Sumsel

Waspada Karhutla, Enam Daerah di Sumsel Masih Berstatus Zona Merah

Maman Suparman | 8 September 2025, 16:30 WIB
Waspada Karhutla, Enam Daerah di Sumsel Masih Berstatus Zona Merah

AKURAT.CO SUMSEL Meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) tetap mengimbau masyarakat untuk waspada.

Pasalnya, enam daerah di provinsi ini masih berstatus zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa tingginya kasus karhutla terjadi pada Agustus, yang merupakan puncak musim kemarau.

BPBD mencatat 266 kasus karhutla terjadi pada bulan tersebut, menjadikannya yang tertinggi sepanjang tahun ini.

“Meski ada potensi hujan di Agustus dan September, puncaknya (kemarau) tetap di dua bulan ini. September ini kita masih tetap waspada ancaman karhutla,” ujar Sudirman, Senin (8/9/2025).

Baca Juga: Uji Produksi Sumur Benuang-D16 Tembus 2.045 BOPD, Indikasikan Potensi Cadangan Baru

Menurut data BPBD, enam daerah yang masuk kategori zona merah karhutla adalah Ogan Ilir dengan 111 kejadian, Musi Banyuasin (Muba) dengan 83 kejadian, Banyuasin dengan 54 kejadian, Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 52 kejadian, Pali dengan 34 kejadian lalu Muara Enim dengan 31 kejadian

Kepala Stasiun Klimatologi (Statklim) Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Sumsel masih berada di musim kemarau. Hanya sekitar 14% dari total Zona Musim (ZOM) yang mulai memasuki masa peralihan.

Diprediksi, akhir September barulah Sumsel akan sepenuhnya memasuki musim penghujan.

“Masyarakat diharapkan terus waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang akan timbul selama periode ini, seperti potensi peningkatan munculnya titik panas,” ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia