Sumsel

Damkar Palembang Tangani 134 Kasus Kebakaran di Semester Pertama 2025, Didominasi Korsleting Listrik

Maman Suparman | 7 Juli 2025, 18:01 WIB
 Damkar Palembang Tangani 134 Kasus Kebakaran di Semester Pertama 2025, Didominasi Korsleting Listrik

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang mencatat sebanyak 134 kasus kebakaran terjadi di wilayahnya sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2025.

Mayoritas kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik yang mendominasi sebanyak 81 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Kota Palembang, Rika menjelaskan bahwa berbagai pemicu kebakaran tercatat sepanjang semester pertama tahun ini, mulai dari kompor gas hingga peralatan listrik rumah tangga.

“Dari total 134 kejadian, penyebab terbanyak adalah arus pendek listrik sebanyak 81 kasus. Lalu kompor menyumbang 11 kasus, serta sisanya disebabkan oleh korek api, obat nyamuk, dan faktor lainnya,” jelas Rika, Senin 7 Juli 2025.

Dari kejadian yang dilaporkan, kebakaran paling banyak menimpa pemukiman warga dengan total 44 unit rumah hangus terbakar. Selain itu, infrastruktur kelistrikan juga menjadi objek terbanyak kedua dengan 34 titik terdampak.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Palembang Buka 14 Juli, Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin

“Selain rumah, kami juga menangani kebakaran pada 2 unit gedung, 3 gudang, 12 kendaraan, serta 3 titik lahan. Sisanya masuk dalam kategori ‘lain-lain’ seperti kios, lapak, dan fasilitas umum,” ujarnya.

Damkar Palembang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kecepatan respons dalam penanganan kebakaran. Idealnya, tim pemadam sudah berada di lokasi maksimal 15 menit setelah menerima laporan.

Namun, Rika mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah sistem call center yang belum terintegrasi penuh, serta keterbatasan petugas dan pos pemadam di beberapa wilayah.

“Saat ini kami memiliki delapan pos pemadam, tapi masih banyak area blank spot yang sulit dijangkau. Ke depan, kami targetkan penambahan empat hingga lima pos baru,” tuturnya.

Selain itu, jumlah personel yang tersedia masih belum mencukupi. Dari kebutuhan ideal sekitar 1.300 anggota untuk pelayanan maksimal, saat ini baru tersedia 1.045 petugas.

"Jika pos baru dibuka, maka dibutuhkan tambahan sekitar 600 personel Damkar," katanya.

Rika juga menyebutkan bahwa saat ini Damkar Palembang memiliki 33 unit kendaraan pemadam kebakaran yang tersebar di beberapa titik.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian dalam penggunaan listrik dan peralatan masak.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami minta masyarakat lebih berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia