Sumsel

Dinkes Palembang Catat 7.000 Kasus TBC Sepanjang 2024, Sekip-Kemuning Jadi Zona Merah

Maman Suparman | 12 Juni 2025, 21:00 WIB
Dinkes Palembang Catat 7.000 Kasus TBC Sepanjang 2024, Sekip-Kemuning Jadi Zona Merah



AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat sebanyak 7.000 kasus Tuberkulosis (TBC) teridentifikasi sepanjang tahun 2024.

Data ini didapatkan dari pemeriksaan yang dilakukan di 42 puskesmas di Palembang, dengan penderita terbanyak terkonsentrasi di kawasan Sekip dan Kemuning.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa dari total 7.533 kasus TBC yang terdata, mayoritas atau 63 persen adalah laki-laki.

Ia menyebutkan bahwa penularan lebih cepat terjadi pada perokok aktif karena fungsi paru-paru yang menurun, memperparah kondisi jika terpapar TBC.

"Kasus TBC berdasarkan pemeriksaan di 42 puskesmas Palembang," katanya, Kamis (12/6/2025).

Rincian penderita TBC di Palembang menunjukkan 4.748 orang adalah laki-laki dan 2.785 kasus pada perempuan.

Angka tersebut juga termasuk 757 pengidap yang berusia 0-14 tahun. Penularan pada anak-anak cepat terjadi yang dipengaruhi oleh lingkungan dan interaksi melalui droplet.

"Apabila ada yang positif TBC lalu ruangan tanpa ventilasi kemudian gelap, bakteri TBC tidak akan mati. Kemudian jika menempel di benda dan terkena oleh anak, maka penularan cepat," jelas Yudhi.

Baca Juga: Nekat Rampas Motor Mahasiswa, Pengangguran di Palembang Masuk Bui

Dari hasil pemeriksaan di puskesmas, Puskesmas Sekip mencatat 1.507 kasus positif TBC.

Jumlah ini terbagi menjadi 937 pasien laki-laki dan 570 pasien perempuan, termasuk 237 pasien anak-anak yang mayoritas tertular dari orang tua atau anggota keluarga serumah.

"Kecamatan Kemuning tertinggi dari Puskesmas Basuki Rahmat dan Sekip. Kasus terendah di Puskesmas Bukit Sangkal, Kalidoni hanya 11 kasus," terang Yudhi.

Untuk triwulan pertama tahun 2025 (Januari-Maret), tercatat 41 pasien TBC masih dalam pengobatan rutin selama 6 bulan.

Pasien-pasien ini mayoritas berasal dari hasil pemeriksaan di Puskesmas 5 Ilir, Puskesmas Merdeka, dan Puskesmas Kampus.

"Tertinggi pemeriksaan pasien di Puskesmas 5 Ilir dengan 71,4 persen jumlah pasien," imbuh Yudhi.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya menekan angka positif TBC yang rata-rata per tahun mencapai 7 hingga 9 ribu penemuan kasus, melalui pemeriksaan masif di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia