Sumsel

Lahan Rawa Jadi Penopang Produksi Padi Sumsel Saat Kemarau, Produksi Dirediksi Naik 11 Persen

Maman Suparman | 29 Mei 2025, 19:00 WIB
Lahan Rawa Jadi Penopang Produksi Padi Sumsel Saat Kemarau, Produksi Dirediksi Naik 11 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Saat banyak wilayah di Indonesia bersiap menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi lebih kering,

Sumatera Selatan (Sumsel) justru mencatat kabar menggembirakan. Provinsi ini berhasil meningkatkan produksi padinya pada supron I tahun 2025 hingga 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Bambang Pramono, menyebutkan bahwa hingga Juni 2025, produksi gabah kering panen (GKP) telah menyentuh angka 1,3 juta ton.

Kenaikan ini bukan terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh karakteristik lahan pertanian di Sumsel yang sebagian besar berupa lahan rawa.

“Sebanyak 73 persen lahan pertanian kita adalah lahan rawa. Artinya, meski kemarau panjang, pasokan air relatif aman karena lahan kita memang cenderung tergenang,” ujar Bambang, Kamis (29/5/2025).

Baca Juga: Pura-pura Selamatkan Motor, Dua Pria di Palembang Ditangkap Usai Gasak Kendaraan Remaja Tawuran

Lahan rawa yang selama ini dianggap sebagai tantangan, kini justru menjadi kekuatan. Di tengah kemarau, lahan tersebut tetap mampu menyimpan cadangan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan padi.

Namun begitu, tidak semua wilayah di Sumsel berada dalam posisi aman. Bambang memetakan daerah dengan dominasi lahan irigasi, seperti Ogan Komering Ulu Timur dan Musi Rawas, berpotensi menghadapi hambatan dalam penanaman padi jika kekeringan berkepanjangan.

“Kami sudah siapkan antisipasi. Kabupaten dan kota sudah mulai gerakan pompanisasi dan langkah teknis lainnya agar produksi tidak turun,” imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia