Sumsel

Enam Strategi Menjaga Life-Work Balance agar Tidak Burnout

Maman Suparman | 5 Mei 2025, 14:00 WIB
Enam Strategi Menjaga Life-Work Balance agar Tidak Burnout

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah kesibukan pekerjaan dan tuntutan kehidupan sehari-hari, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (life-work balance) menjadi semakin penting.

Tanpa keseimbangan yang baik, kamu bisa merasa kelelahan, stres, bahkan mengalami burnout. Maka, sangat penting untuk memiliki strategi yang tepat agar kamu bisa tetap produktif di tempat kerja, tetapi juga menikmati waktu berkualitas di luar pekerjaan.

Berikut ini adalah enam strategi yang bisa membantu kamu menjaga life-work balance dan menghindari burnout.

1. Tentukan Batas Waktu Kerja yang Jelas

Salah satu cara terbaik untuk menjaga keseimbangan hidup dan pekerjaan adalah dengan menetapkan batasan yang jelas antara keduanya.

Tentukan jam kerja yang spesifik dan berusaha untuk tidak melanjutkan pekerjaan di luar jam tersebut. Hal ini penting untuk memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan menikmati waktu pribadi.

Misalnya, jika kamu bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore, usahakan untuk benar-benar menutup laptop atau berhenti menjawab email setelah jam kerja selesai.

Dengan cara ini, kamu memberi kesempatan pada tubuh dan pikiran untuk pulih sebelum hari kerja berikutnya dimulai.

2. Manfaatkan Waktu Istirahat dengan Bijak

Meskipun kamu mungkin merasa kesulitan untuk meluangkan waktu istirahat di tengah tumpukan pekerjaan, istirahat yang cukup adalah kunci untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mental.

Gunakan waktu istirahatmu untuk benar-benar beristirahat, bukan sekadar melanjutkan pekerjaan atau mengecek email.

Cobalah untuk berjalan-jalan di luar kantor, meditasi singkat, atau bahkan menikmati secangkir teh di tempat yang tenang.

Aktivitas ini bisa membantu meredakan stres dan menyegarkan pikiranmu untuk kembali bekerja dengan lebih fokus.

3. Prioritaskan Tugas dan Belajar untuk "No"

Salah satu penyebab utama burnout adalah merasa kewalahan dengan terlalu banyak tugas dan tanggung jawab. Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan memprioritaskan pekerjaan yang benar-benar penting dan mendesak.

Buat daftar tugas harian atau mingguan dan fokuskan energi untuk menyelesaikan yang paling prioritas.

Juga, penting untuk belajar mengatakan "tidak" ketika ada permintaan atau tugas tambahan yang tidak sejalan dengan prioritasmu atau melebihi kapasitasmu.

Belajar untuk menetapkan batasan akan membantu mengurangi tekanan dan memberi kamu lebih banyak waktu untuk diri sendiri.

4. Terapkan Waktu untuk Aktivitas Fisik

Olahraga atau aktivitas fisik adalah cara yang sangat efektif untuk meredakan stres dan menjaga keseimbangan hidup. Cobalah untuk menyisihkan waktu beberapa kali dalam seminggu untuk berolahraga, baik itu dengan pergi ke gym, jogging, atau yoga.

Aktivitas fisik tidak hanya membantu menjaga tubuh tetap sehat, tetapi juga meningkatkan mood dan energi, serta mengurangi ketegangan mental.

Jika kamu kesulitan menemukan waktu untuk berolahraga, coba buat kebiasaan seperti berjalan kaki selama 20 menit setiap hari setelah makan siang atau memilih naik tangga daripada lift. Ini bisa memberikan manfaat kesehatan tanpa harus mempengaruhi jam kerja.

5. Luangkan Waktu untuk Keluarga dan Teman

Salah satu aspek penting dari life-work balance adalah hubungan sosial yang sehat. Terkadang, kita terlalu fokus pada pekerjaan sehingga lupa untuk meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman.

Hubungan sosial yang baik dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kebahagiaan, dan memberikan rasa dukungan yang sangat dibutuhkan.

Cobalah untuk menjadwalkan waktu bersama orang-orang terdekat, seperti makan malam bersama keluarga, hangout dengan teman, atau liburan singkat. Ini akan memberi kamu kesempatan untuk melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan dan menikmati kehidupan di luar pekerjaan.

6. Perhatikan Kesehatan Mental dan Emosional

Kesehatan mental yang baik adalah fondasi utama dalam menjaga life-work balance. Jika kamu merasa cemas, stres, atau tertekan, sangat penting untuk memberikan perhatian khusus pada kesehatan emosionalmu.

Jangan ragu untuk berbicara dengan seorang profesional jika diperlukan, seperti seorang terapis atau konselor, yang dapat membantumu mengelola stres dan kecemasan.

Selain itu, praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, mindfulness, atau pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

Hal-hal kecil seperti ini bisa membantu kamu tetap tenang dan terfokus meskipun dalam situasi yang menegangkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia