Sumsel

Efisiensi Anggaran, Okupansi Hotel di Sumsel Anjlok hingga 30%, PHK Mengintai

Maman Suparman | 7 Maret 2025, 22:00 WIB
Efisiensi Anggaran, Okupansi Hotel di Sumsel Anjlok hingga 30%, PHK Mengintai

AKURAT.CO SUMSEL Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah mulai berdampak pada sektor perhotelan di Sumatra Selatan (Sumsel).

Dengan pembatasan berbagai kegiatan dan perjalanan dinas, tingkat keterisian (okupansi) hotel merosot tajam hingga rata-rata hanya mencapai 30%.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengusaha hotel, yang mulai berjuang keras untuk bertahan di tengah penurunan bisnis.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Kurmin Halim, mengungkapkan bahwa banyak agenda pemerintah yang biasanya digelar di hotel kini dibatalkan.

Situasi ini membuat industri perhotelan di Sumsel mengalami tekanan berat, bahkan terancam terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal jika kondisi tak segera membaik.

"Jika situasi seperti ini terus berlanjut, maka PHK di sektor perhotelan akan sulit dihindari," ujarnya, Jumat (7/3/2025).

Menghadapi tekanan ini, manajemen hotel terpaksa melakukan berbagai langkah efisiensi agar tetap bertahan. Salah satunya dengan menekan biaya operasional dan memangkas pengeluaran yang dianggap tidak mendesak.

"Terpaksa kami melakukan efisiensi, termasuk dalam biaya operasional dan perawatan hotel," kata Kurmin.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan efisiensi anggaran ini agar tidak berdampak lebih luas pada ekonomi daerah.

"Kalau terus begini, ekonomi bisa stagnan dan dampak jangka panjangnya akan lebih banyak terjadi PHK," tutupnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia