Kanker Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Utama di Indonesia, Menkes Sebut Hal Ini

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 jiwa melayang setiap tahun akibat penyakit ini.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk serius dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan kanker.
Budi Gunadi menjelaskan bahwa orang yang berusia di atas 40 tahun berisiko tinggi terkena kanker. Untuk itu, pemerintah tengah memprioritaskan deteksi dini kanker payudara bagi perempuan serta kanker paru dan kanker kolorektal bagi laki-laki.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar penyakit ini dapat ditangani sejak awal, sehingga peluang kesembuhan lebih besar.
“Kita ingin ilmu kedokteran ini dapat diterapkan di seluruh pelosok daerah, agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Deteksi harus dilakukan sedini mungkinm" katanya saat groundbreaking Pusat Oncology RSUP MH Palembang, Rabu (8/1/2025).
"Pada pria, kanker paru memang sangat sulit dideteksi. Untuk itu, pemerintah akan mendistribusikan CT Scan ke 514 kabupaten/kota untuk mempermudah deteksi kanker paru,” tambahnya.
Baca Juga: Ekspor Sumsel November 2024 Capai USD 642 Juta, Pertanian Naik 14 Persen
Ia juga menambahkan bahwa kurangnya jumlah tenaga medis, khususnya dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker, menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit ini.
Oleh karena itu, kehadiran pusat onkologi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin (RSMH) menjadi langkah penting yang diambil oleh pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP MH, Siti Khalimah menjelaskan bahwa RSMH memiliki enam wilayah cakupan pelayanan dan enam layanan unggulan yang berkontribusi sebesar 55,70% terhadap total pendapatan rumah sakit. Layanan kanker menjadi yang terbanyak, dengan porsi sebesar 27,87%.
“Sebanyak 18.610 pasien telah menjalani bedah onkologi di sini. Fasilitas gedung onkologi terpadu yang baru ini memiliki 8 lantai dan 237 tempat tidur,” ujarnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 5Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 6Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 7Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 8Ada Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Hari Ini di Jakarta, Bawa 5 Tuntutan Karhutla Sampai Biaya Pendidikan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









