Sumsel

Kanker Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Utama di Indonesia, Menkes Sebut Hal Ini

Maman Suparman | 8 Januari 2025, 22:00 WIB
Kanker Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Utama di Indonesia, Menkes Sebut Hal Ini

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 jiwa melayang setiap tahun akibat penyakit ini.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk serius dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan kanker.

Budi Gunadi menjelaskan bahwa orang yang berusia di atas 40 tahun berisiko tinggi terkena kanker. Untuk itu, pemerintah tengah memprioritaskan deteksi dini kanker payudara bagi perempuan serta kanker paru dan kanker kolorektal bagi laki-laki.

Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar penyakit ini dapat ditangani sejak awal, sehingga peluang kesembuhan lebih besar.

“Kita ingin ilmu kedokteran ini dapat diterapkan di seluruh pelosok daerah, agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Deteksi harus dilakukan sedini mungkinm" katanya saat groundbreaking Pusat Oncology RSUP MH Palembang, Rabu (8/1/2025).

"Pada pria, kanker paru memang sangat sulit dideteksi. Untuk itu, pemerintah akan mendistribusikan CT Scan ke 514 kabupaten/kota untuk mempermudah deteksi kanker paru,” tambahnya.

Baca Juga: Ekspor Sumsel November 2024 Capai USD 642 Juta, Pertanian Naik 14 Persen

Ia juga menambahkan bahwa kurangnya jumlah tenaga medis, khususnya dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker, menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit ini.

Oleh karena itu, kehadiran pusat onkologi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin (RSMH) menjadi langkah penting yang diambil oleh pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP MH, Siti Khalimah menjelaskan bahwa RSMH memiliki enam wilayah cakupan pelayanan dan enam layanan unggulan yang berkontribusi sebesar 55,70% terhadap total pendapatan rumah sakit. Layanan kanker menjadi yang terbanyak, dengan porsi sebesar 27,87%.

“Sebanyak 18.610 pasien telah menjalani bedah onkologi di sini. Fasilitas gedung onkologi terpadu yang baru ini memiliki 8 lantai dan 237 tempat tidur,” ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia