Sumsel

DPO! Kades di OKU Timur Dicari Polisi Usai Lakukan Penganiayaan Ke Marbot Masjid

Deni Hermawan | 12 November 2024, 14:53 WIB
DPO! Kades di OKU Timur Dicari Polisi Usai Lakukan Penganiayaan Ke Marbot Masjid

AKURAT.CO SUMSEL Seorang Kepala Desa (Kades) berinisial JA di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, kini menjadi buronan setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang marbot masjid, AF.

kekerasan ini terjadi pada Jumat (25/10/2024) lalu, sekitar pukul 12.45 WIB, di Desa Sidodadi, Kecamatan Belitang, OKU Timur.

Peristiwa bermula ketika korban, AF, sedang berbincang dengan beberapa temannya di rumahnya. Tiba-tiba, JA mendatangi tempat tersebut dengan membawa sebilah pisau yang terselip di pinggang.

Tanpa alasan yang jelas, JA langsung menyerang korban dengan cara menusuk berulang kali di bagian kaki, menyebabkan korban mengalami luka serius.

Akibat kejadian ini, AF harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Taqwa Gumawang dan kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah melakukan penganiayaan, JA melarikan diri dan tidak menunjukkan itikad baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres OKU Timur, AKBP Kevin Leleury langsung mengumpulkan para pejabat utama Polres OKU Timur untuk membentuk tim khusus guna melacak dan menangkap JA secepat mungkin.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Antisipasi Inflasi, Elen Setiadi Ingatkan Bahaya Deflasi Terlalu Dalam

"Ini adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir. Pelaku harus segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bahkan jika harus dicari sampai ke ‘lubang semut’," tegasnya, (12/11/2024).

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kasat Reskrim AKP Mukhlis segera membentuk tim khusus dan mengatur strategi pencarian untuk menangkap JA. Tim khusus ini juga telah dibagi tugasnya untuk melacak jalur pelarian dan lokasi persembunyian yang kemungkinan dijadikan tempat bersembunyi oleh terduga pelaku.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat agar turut serta membantu memberikan informasi terkait keberadaan JA. Warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui atau melihat terduga pelaku di sekitar wilayah mereka.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui keberadaan pelaku. Akan lebih baik lagi jika pelaku dapat segera menyerahkan diri dan menunjukkan itikad baik dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkapnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto