Sumsel

Angin Puting Beliung Hantam Muara Enim, Ratusan Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Parah

Deni Hermawan | 24 Oktober 2024, 18:29 WIB
Angin Puting Beliung Hantam Muara Enim, Ratusan Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Parah

AKURAT.CO SUMSEL Cuaca ekstrem disertai angin puting beliung yang melanda Kota Muara Enim menyebabkan sejumlah pohon tumbang pada Kamis (24/10/2024).

Titik terparah terpantau di ruas Jalan Bambang Utoyo, tepatnya menuju RS HM Rabain Muara Enim, yang tertutup total oleh material pohon tumbang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ratusan pohon tumbang dan beberapa fasilitas umum rusak akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Selain itu, aliran listrik di Kota Muara Enim padam setelah sejumlah tiang listrik tertimpa pohon.

Beberapa ruas jalan tertutup material pohon, termasuk di Jalan MT Hartono, tepatnya di depan hutan kota, Kelurahan Pasar III, Kecamatan Muara Enim.

Puluhan atap rumah warga rusak, dan tiga unit mobil milik warga yang sedang terparkir ikut tertimpa pohon, serta sejumlah warung pedagang kaki lima mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muara Enim, Saprioma, membenarkan peristiwa tersebut.

"Saat ini, tim kami bersama BPBD Muara Enim berada di lokasi untuk membersihkan material pohon tumbang yang masih menghalangi ruas jalan di depan hutan kota," katanya.

Saprioma juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun kerugian material belum dapat diinventarisasi karena pihaknya masih fokus membersihkan pohon tumbang untuk membuka akses jalan.

Baca Juga: Sriwijaya FC Tantang PSPS Pekanbaru: Laga Hidup Mati Demi Keluar dari Zona Bawah Liga 2

"Sebenarnya, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi, namun tidak sampai menghalangi akses jalan. Lokasi terparah berada di depan hutan kota Muara Enim," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih melanda Muara Enim.

Sementara itu, Lestari (43), seorang pedagang kuliner di lokasi kejadian, mengaku ini adalah angin puting beliung terparah yang pernah ia alami selama lima tahun berjualan di lokasi tersebut.

"Tenda dan perlengkapan saya turut tertimpa pohon, padahal tenda ini sudah dibuat dengan bahan yang berkualitas. Namun, yang namanya musibah, kita tidak pernah tahu kapan akan datang," ujar Lestari.

Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti kejadian ini dengan melakukan pembersihan dan pemotongan pohon-pohon yang telah mati atau membahayakan masyarakat agar tidak terjadi korban jiwa. (Ika)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto