Sumsel

Bau Asap Karhutla Menyengat Ganggu Aktivitas Warga Palembang, Kualitas Udara Memburuk

Deni Hermawan | 24 September 2024, 17:24 WIB
Bau Asap Karhutla Menyengat Ganggu Aktivitas Warga Palembang, Kualitas Udara Memburuk

AKURAT.CO SUMSEL Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera Selatan (Sumsel) mulai berdampak serius terhadap kualitas udara di Kota Palembang. Sejak dini hari, Selasa (11/9/2024), udara di kota ini terasa pekat dengan bau asap yang menyengat.

Kondisi ini kian memburuk sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Berdasarkan data dari Air Visual, indeks kualitas udara di Palembang masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan konsentrasi partikel (PM) 2,5 tercatat mencapai 53 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

"Pagi ini baunya sangat menyengat, bahkan sampai masuk ke dalam rumah. Saya khawatir dengan kesehatan bayi saya," ungkap Tiana, seorang warga Palembang, Selasa (24/9/2024).

Tiana menjelaskan bahwa asap tersebut mulai terasa sejak tengah malam dan semakin parah saat pagi. Ia bahkan harus menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap yang menyebabkan sesak nafas.

"Kalau malam, asap sangat pekat. Udara bukan hanya terasa berat, tetapi mata juga perih saat berkendara," lanjutnya.

Sementara, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto menjelaskan bahwa kebakaran lahan terjadi di beberapa daerah di Sumsel, termasuk di Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

"Di Musi Banyuasin, api melanda kawasan Bayung Lencir dan Lumpatan, sedangkan di Muara Enim terjadi kebakaran di wilayah Sungai Rotan. Untuk Kabupaten OKI, kebakaran terdeteksi di Pangkalan Lampam," ungkap Ferdian.

Namun, ia menegaskan bahwa asap yang sampai ke Palembang bukan berasal dari wilayah Muba, karena arah angin tidak mengarah ke kota tersebut. Ia menduga, asap yang menyelimuti Palembang berasal dari kebakaran di sekitar tol Palembang-Indralaya (Palindra) dan OKI.

"Penyebab utamanya kemungkinan berasal dari kebakaran di sekitar tol Palindra, karena proses pemadaman di area tersebut masih berlangsung hingga malam hari," tambahnya.

Tim gabungan dari Manggala Agni bersama pihak terkait terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik, termasuk di Kelurahan Timbangan, Indralaya, Ogan Ilir, yang masih dalam proses pemadaman.

Baca Juga: Geger! Diduga Kena Serangan Jantung, Sopir Truk Ditemukan Meninggal di Samping Warung

Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sejak Januari hingga Agustus 2024, total luas lahan yang terbakar di Sumatera Selatan mencapai 2.948,1 hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023, yang mencatat kebakaran lahan mencapai 4.162,3 hektare.

Meskipun demikian, potensi kebakaran di musim kemarau masih menjadi ancaman serius, dan kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Palembang, terancam memburuk jika kebakaran tidak segera diatasi.

Hingga berita ini dimuat, warga Palembang diimbau untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Pihak BPPIKHL dan aparat terkait berjanji akan terus memantau dan melakukan upaya pemadaman agar kebakaran tidak meluas lebih jauh, serta memastikan kualitas udara kembali membaik secepat mungkin. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto