Sumsel

Kasus DBD di Sumsel Tembus 2.002, Palembang Tertinggi, 20 Warga Meninggal Dunia

Maman Suparman | 8 Juli 2025, 15:31 WIB
Kasus DBD di Sumsel Tembus 2.002, Palembang Tertinggi, 20 Warga Meninggal Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025 terus bertambah.

Hingga 6 Juli 2025, Dinas Kesehatan Sumsel mencatat total 2.002 kasus dengan 20 kematian, menempatkan Palembang sebagai daerah dengan kasus dan korban jiwa terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan, meskipun belum melampaui angka tahun sebelumnya, tren tahun ini mendekati jumlah kasus DBD pada 2023.

“Tahun 2024 kita catat 6.263 kasus dan 37 kematian. Tahun ini angkanya masih lebih rendah, namun sudah mendekati total kasus pada 2023 yang mencapai 2.804 kasus dengan 22 kematian,” kata Ira, Selasa (8/7/2025).

Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, Kota Palembang mencatat 446 kasus, tertinggi di provinsi, disusul OKI (285 kasus), Lubuklinggau (176 kasus), Banyuasin (169 kasus), Muara Enim (168 kasus), dan OKU Timur (102 kasus).

Untuk menekan angka penyebaran, Dinkes Sumsel telah melakukan berbagai langkah preventif. Mulai dari sosialisasi pembersai dari sosialisasi pembersihan sarang nyamuk, pendistribusian larvasida dan insektisida ULV Rokhantion, hingga pengasapan (fogging) di wilayah rawan.

Selain itu, gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) terus diintensifkan di lingkungan pesantren dan sekolah, sebagai bagian dari edukasi dini dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti.

“Kami juga mengimbau masyarakat rutin menggunakan lotion antinyamuk dan memasang kelambu, terutama untuk anak-anak dan lansia,” ujar Ira.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia