Sumsel

Banjir dan Kebakaran Dominasi 115 Kejadian Bencana di Sumsel Tahun 2024

Maman Suparman | 3 Januari 2025, 15:45 WIB
Banjir dan Kebakaran Dominasi 115 Kejadian Bencana di Sumsel Tahun 2024

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak 115 kejadian bencana terjadi di wilayahnya sepanjang tahun 2024. Sebagian besar bencana terjadi pada semester pertama tahun tersebut, didominasi oleh banjir, banjir bandang, dan angin puting beliung.

"Jumlah bencana yang terjadi sepanjang 2024 mencapai 115 kejadian, ini belum termasuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Semester I menjadi periode dengan kejadian terbanyak, yaitu 73 kali, sementara semester II sebanyak 42 kali," ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (3/1/2025).

Sudirman merincikan, Januari menjadi bulan dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, mencapai 31 kejadian. Salah satu peristiwa terparah terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), di mana banjir besar merendam tujuh kelurahan dan berdampak pada puluhan ribu masyarakat.

Selain di Muratara, bencana pada Januari juga terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Lahat, Musi Rawas (Mura), Musi Banyuasin (Muba), Empat Lawang, PALI, Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Banyuasin, Pagar Alam, dan Palembang.

Pada Februari dan Maret, masing-masing tercatat 10 kejadian bencana yang meliputi banjir, puting beliung, banjir bandang, kebakaran, dan kecelakaan perahu.

Baca Juga: Upah Minimum Sektoral Sumsel Naik, Apa Dampaknya pada Investasi?

April menjadi bulan dengan jumlah kejadian yang menurun, hanya lima kejadian berupa banjir dan kebakaran. Namun, pada Mei, angka ini kembali naik menjadi 12 kejadian, sebagian besar disebabkan oleh banjir. Pada Juni, tercatat lima kejadian yang melibatkan banjir dan puting beliung.

Semester kedua dimulai dengan empat kejadian bencana pada Juli, termasuk banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Agustus mencatat tiga kejadian berupa kebakaran dan tanah amblas.

Pada September, terjadi tujuh kejadian, meliputi kebakaran dan puting beliung. Oktober mencatat peningkatan dengan 11 kejadian, termasuk kebakaran dan angin kencang.

November menjadi bulan dengan kejadian terbanyak di semester kedua, yakni 15 bencana yang terdiri dari banjir, kebakaran, puting beliung, dan erupsi Gunung Dempo. Sementara itu, Desember menutup tahun dengan tiga kejadian berupa angin kencang dan kebakaran.

Banjir menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi di Sumsel sepanjang 2024, terutama pada musim hujan di semester pertama. Kebakaran juga mencatat jumlah yang cukup tinggi, khususnya pada bulan-bulan kering di semester kedua. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia