Sumsel

Terpuruk di Dasar Klasemen, Budi Sudarsono Liburkan Tim Setelah Ditumbangkan Persiraja

Maman Suparman | 25 November 2025, 17:45 WIB
Terpuruk di Dasar Klasemen, Budi Sudarsono Liburkan Tim Setelah Ditumbangkan Persiraja

AKURAT.CO SUMSEL Pukulan telak menghantam Sriwijaya FC setelah dipermalukan Persiraja Banda Aceh dengan skor mencolok 5-0 di Stadion H Dimurthala, Senin (24/11/2025) malam. Kekalahan memalukan ini membuat Laskar Wong Kito terpuruk semakin dalam di dasar klasemen.

Menanggapi hasil tragis tersebut dan menyambut jeda kompetisi yang panjang, Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono yang akrab disapa Budigol langsung mengambil langkah tegas meliburkan seluruh pemain selama lebih dari sebulan.

Keputusan meliburkan tim ini diambil lantaran kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/26 akan memasuki jeda panjang sebelum kembali bergulir pada laga ke-13. Sriwijaya FC baru akan kembali beraksi menjamu PSMS Medan di Stadion Gelora Jakabaring pada Sabtu, 27 Desember 2025.

"Pemain kita liburkan dulu. Karena ini libur panjang, pemain libur dulu," ungkap Budi Sudarsono.

Juru bicara klub, Muhammad Moeslim, menjelaskan bahwa pemain dipersilakan pulang ke kampung halaman masing-masing untuk memanfaatkan waktu libur yang panjang ini.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penusukan Sopir Truk di Palembang, Identitas Pembunuh Sudah Teridentifikasi

Namun, tanggal pasti kapan tim akan berkumpul kembali untuk menjalani pemusatan latihan belum ditentukan. 

Hasil di Aceh memperburuk status Sriwijaya FC yang kini terpuruk sebagai juru kunci klasemen sementara grup wilayah barat. Dari 12 pertandingan yang telah dijalani, Elang Andalas hanya mampu mengantongi 2 poin—sebuah rapor merah yang sangat mengkhawatirkan.

Kontras dengan Sriwijaya FC, Persiraja Banda Aceh dengan kemenangan ini berhasil merangsek naik ke peringkat 5 dengan 18 poin.

Menyikapi kondisi kritis ini, Budi Sudarsono menyatakan fokus utama tim saat ini adalah kebangkitan. Kebangkitan tersebut diharapkan terjadi setelah manajemen klub memaksimalkan peluang pada jendela transfer (yang dibuka pada 10 Januari 2026) dengan mendatangkan pemain-pemain mumpuni.

Kini, nasib Laskar Wong Kito di Liga 2 berada di ujung tanduk. Jeda panjang ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perombakan besar-besaran, terutama untuk menambal lubang di lini pertahanan yang kebobolan lima gol tanpa balas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia