Sumsel

Aktivitas Tambang Batubara di Sumsel Turun 50 Persen, Proyek Jalan Khusus Belum Rampung Jadi Penyebab

Maman Suparman | 18 Oktober 2025, 20:00 WIB
Aktivitas Tambang Batubara di Sumsel Turun 50 Persen, Proyek Jalan Khusus Belum Rampung Jadi Penyebab

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas pertambangan batubara di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah perusahaan tambang di Kabupaten Muara Enim dan Lahat bahkan menghentikan sementara operasionalnya karena belum tersambungnya jalur khusus angkutan batubara yang masih dalam tahap pembangunan.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel (APBS), Andi Asmara, mengungkapkan penurunan produksi mencapai lebih dari 50 persen.

“Makanya sekarang ini batubara di Sumsel, terutama di wilayah Muara Enim dan Lahat, drop-nya besar sekali, lebih dari 50 persen,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Andi, turunnya aktivitas tambang disebabkan karena akses distribusi yang belum tersambung secara penuh. Saat ini, pembangunan jalan khusus batubara baru mencapai sekitar 120 kilometer dari total target 150 kilometer.

“Targetnya nanti semua tambang bisa saling terhubung dari Tanjung Enim ke tambang BAS milik Grup Titan, PT Bara Murti, eks tambang ABS, GGB, hingga Banjar Sri Bumi atau C-Way RDP, dan berakhir di jalan SLR,” jelasnya.

Baca Juga: Kapolda Sumsel Ultimatum Anak Buah: Tak Ada Ruang untuk Preman dan Pungli, Aparat Terlibat Siap Dicopot

Andi menilai penyelesaian jalur khusus menjadi kunci utama untuk memulihkan kegiatan produksi sekaligus menekan biaya logistik yang kini membengkak.

“Kalau jalur ini selesai, distribusi batubara akan lancar. Sekarang banyak perusahaan memilih berhenti karena biaya logistik terlalu tinggi kalau tetap lewat jalan umum,” katanya.

Ia menambahkan, keterlambatan proyek tersebut berdampak tidak hanya pada sektor tambang, tetapi juga terhadap ekonomi daerah, termasuk tenaga kerja, transportasi, dan jasa pendukung.

“Dampaknya terasa luas, terutama bagi pekerja dan sektor pendukung lainnya,” ujarnya.

APBS bersama Pemerintah Provinsi Sumsel disebut terus berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur tersebut.

“Kami bersama pemerintah terus mencari solusi terbaik. Mudah-mudahan sampai Januari nanti sudah ada hasil yang terlihat,” tutup Andi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia