Sumsel

Pusri Perkuat Ekosistem UMKM Sumsel Lewat Pelatihan Wastra dan Sertifikasi Pendamping

Maman Suparman | 6 Februari 2026, 16:18 WIB
Pusri Perkuat Ekosistem UMKM Sumsel Lewat Pelatihan Wastra dan Sertifikasi Pendamping

AKURAT.CO SUMSEL PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui serangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digelar di Rumah BUMN Sumatera Selatan sepanjang Januari 2026.

Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Desain Wastra bertema “Ciptakan Gaya” pada 19–23 Januari 2026 serta Program Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pendamping UMKM yang berlangsung pada 27–30 Januari 2026. Kedua program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekosistem pembinaan UMKM secara berkelanjutan.

Pelatihan Desain Wastra diikuti oleh mitra binaan Pusri di sektor kain dan fesyen, serta peserta dari berbagai Rumah BUMN di Sumsel, seperti Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, Bank Rakyat Indonesia, dan Rumah BUMN Sumsel. Kegiatan ini menghadirkan desainer fesyen Nadina Sukma Salim sebagai narasumber.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengembangan ide kreatif, pengolahan wastra berbasis budaya lokal, hingga penerapan desain yang relevan dengan tren pasar dan era digital. Sebagai bentuk implementasi, peserta juga mempresentasikan karya wastra yang terinspirasi dari kekayaan budaya Sumatera Selatan.

Sementara itu, program bimbingan teknis dan sertifikasi BNSP difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berperan sebagai pendamping UMKM. Peserta terdiri dari staf Departemen TJSL PT Pusri Palembang serta fasilitator Rumah BUMN Sumsel.

Baca Juga: Dukung Kenyamanan Ibadah, Pusri Bangun Sumur Bor Air Bersih di Masjid Sultan Agung Palembang

Program ini diharapkan mampu memastikan proses pembinaan UMKM berjalan profesional, terukur, dan sesuai standar nasional. Dengan sertifikasi kompetensi tersebut, para pendamping diharapkan memiliki keahlian yang diakui secara nasional sehingga dapat mendorong UMKM binaan berkembang dan naik kelas.

VP TJSL PT Pusri Palembang, Alde Dyanrini, menegaskan bahwa penguatan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pelaku usaha tetapi juga pada sistem pendukungnya.

“Pengembangan UMKM harus mencakup peningkatan kompetensi pelaku usaha sekaligus penguatan kapasitas pendamping. Melalui pelatihan desain wastra dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan pembinaan berjalan profesional, terstandar, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga terintegrasi dengan ekosistem pembinaan UMKM nasional, termasuk dalam hal akses pembiayaan dan perluasan pasar. Langkah ini diharapkan membuat UMKM binaan lebih kompetitif dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Melalui rangkaian kegiatan TJSL ini, Pusri menegaskan perannya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Palembang dan Sumatera Selatan, sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia