Sumsel

Kabut Asap Tebal Kepung Palembang, Ribuan Warga Bersholawat dan Berdoa Minta Hujan

Deny Wahyudi | 8 Oktober 2026, 13:55 WIB
Kabut Asap Tebal Kepung Palembang, Ribuan Warga Bersholawat dan Berdoa Minta Hujan
Kabut Asap Tebal Kepung Palembang, Ribuan Warga Bersholawat dan Berdoa Minta Hujan

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, membuat ribuan warga berkumpul untuk berdoa dan bermunajat meminta hujan.

Ribuan jemaah bersama Pemerintah Kota Palembang mengikuti dzikir dan doa bersama di Masjid Darusaid, Kamis (8/10/2026) pagi.

Doa bersama tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M. Suasana berlangsung khidmat ketika jemaah melantunkan sholawat, membaca ayat suci Al-Qur'an dan berdzikir.

Kabut asap yang masih mengepung Palembang menjadi salah satu perhatian dalam doa bersama tersebut. Jemaah berharap hujan segera turun sehingga kondisi udara membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memanjatkan doa di tengah kondisi kabut asap.

Baca Juga: Ratu Dewa Lantik 7 Anggota TACB Palembang, Identitas Kota Tua Jadi Perhatian

"Melalui tema meneladani akhlak Rasulullah SAW memperkuat ukhuwah dan semangat peduli menuju Palembang sejahtera dan religius, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi SAW ini sebagai momentum penting kita umat Islam khususnya masyarakat Kota Palembang untuk memanjatkan doa dengan khusyuk kepada Allah SWT agar musibah kabut asap yang saat ini terjadi cepat berlalu dan segera diturunkan hujan," ujar Aprizal.

Ia juga mengajak forum keagamaan, masjid, majelis taklim, ulama dan tokoh agama untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan tersebut diperlukan untuk menjaga Palembang tetap aman, damai dan sejahtera.

"Mari kita wujudkan bersama Palembang sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, negeri yang baik, masyarakatnya rukun dan sejahtera, serta senantiasa mendapat keberkahan dan ampunan dari Allah SWT," katanya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Firdaus Hasan mengingatkan kisah Rasulullah SAW ketika menghadapi musim kemarau panjang.

Ia mengatakan, Rasulullah SAW tidak hanya berpasrah ketika menghadapi kondisi tersebut, tetapi mengajak umat untuk merendahkan diri, memperbanyak doa dan melaksanakan Shalat Istisqa.

"Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi musim kemarau yang panjang, beliau tidak hanya mengeluh atau berpasrah tanpa usaha. Beliau mengajak seluruh umat untuk keluar, merendahkan diri, dan menggelar Shalat Istisqa serta memperbanyak doa bermunajat," jelasnya.

Firdaus menjelaskan, bermunajat merupakan bentuk komunikasi dari hati kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan diri.

Ia pun mengajak jemaah menjadikan kondisi kabut asap sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbanyak doa.

"Hari ini, marilah kita bersama-sama menundukkan kepala, melunakkan hati, dan menanggalkan segala kesombongan. Kita mengetuk pintu langit dengan penyesalan atas dosa-dosa kita dan keikhlasan dalam berdoa," ujarnya.

Doa bersama kemudian ditutup dengan suasana haru. Sejumlah jemaah terlihat menangis sambil memanjatkan harapan agar hujan segera turun dan kabut asap yang menyelimuti Palembang segera berlalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia