Sumsel

Dokter Forensik Temukan Bekas Jeratan di Leher dan Kaki Narapidana Lapas Merah Mata

Haris Ma'ani | 18 Juli 2024, 16:37 WIB
Dokter Forensik Temukan Bekas Jeratan di Leher dan Kaki Narapidana Lapas Merah Mata

AKURAT.CO SUMSEL Kematian narapidana kasus kekerasan anak di Lapas Kelas I Merah Mata Palembang, Sumaryanto (33) masih menyisakan misteri.

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Indra Nasution menemukan adanya bekas jeratan di leher dan kaki. Namun, tidak ada luka-luka dibagian kepala dan tangan, jenazah tahanan lapas Merah Mata Palembang.

"Ini setelah dilakukan pemeriksaan terlihat adanya bekas jeratan leher dan kakinya sehingga menjadi penyebab korban meninggal dunia," kata Indra Nasution, Kamis (18/7/2024).

Meskipun demikian, Indra Nasution belum bisa memastikan apakah Sumaryanto bunuh diri atau dibunuh.

"Memang ada bekas jeratan di leher dan kaki, tapi kami belum bisa pastikan penyebab kematiannya," jelasnya.

Penemuan jasad Sumaryanto bermula dari laporan petugas tamping kebersihan yang melihat posisi korban sudah tergeletak di lantai kamar mandi.

Baca Juga: Heboh, Narapidana Kasus Kekerasan Anak Ditemukan Tewas di Toilet Lapas Palembang

"Kami mendapat laporan sekitar pukul 07:20 dari satuan pengamanan. Penghuni tersebut ditemukan tergeletak di kamar mandi hunian sudah tidak bernyawa ketika akan dilakukan pembukaan kamar," kata Kalapas Kelas I Palembang Merah Mata, Veri Johannes.

Pihak Lapas segera menghubungi Polsek Sako untuk mengevakuasi jenazah setelah memastikan kondisi jasad.

"Setelah memeriksa kondisi jenazah, lalu kami memanggil pihak kepolisian," lanjut Veri Johannes.

Kematian Sumaryanto yang janggal membuat pihak Lapas dan kepolisian harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kami lihat secara fisik, kami merasa bahwa ini perlu pemeriksaan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematiannya," ungkapnya. (Deny Wahyudi)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto