Sumsel

BPBD Sumsel Siapkan 4 Helikopter Waterbombing dan 1 Helikopter Patroli dalam Penanggulangan Karhutla

Deni Hermawan | 20 Juli 2024, 17:12 WIB
BPBD Sumsel Siapkan 4 Helikopter Waterbombing dan 1 Helikopter Patroli dalam Penanggulangan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel menggelar apel dan simulasi penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), apel ini diikuti oleh 1.200 personel dari berbagai instasi dan juga menampilkan berbagai peralatan dan kendaraan dalam pemadaman Karhutla.

Kepala Pelakasana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabana mengatakan dalam penanggulangan bencana Karhutla ini BPBD Sumsel selah menyiapkan sekitar 1.000 personel dilapangan.

"Ada sekitar 1.000 personel yang bertugas dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel," ujarnya usai apel, Sabtu (20/7/2024).

BPBD Sumsel juga mendapatkan bantuan dari BNPB sebesar Rp6,5 miliar berupa perlatan khusus untuk penanggulangan bencana.

"Bantuannya sebesar Rp6,5 miliar berupa bantuan sepert pompa, mesin jinjing, dan APD untuk penanggulangan di lapangan," katanya.

Lanjutnya, menurut prediksi BMKG, tahun ini kondisi lebih ringan karena El Nino sudah mulai pergi dan sudah masuk La Nina.

"Namun, antisipasi dan upaya pencegahan tetap menjadi fokus utama karena jika lahan sudah terbakar, sangat sulit dipadamkan, terutama di wilayah gambut," jelasnya.

Terlebih lagi, Saat ini BPBD Sumsel memiliki 4 helikopter waterbombing dan 1 helikopter patroli, total 5 helikopter.

"Kami telah mengajukan total 8 helikopter waterbombing dan 2 helikopter patroli, dan yang sudah datang 4 helikopter waterbombing dan 1 helikopter patroli, ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan," ungkapnya.

Wilayah yang menjadi prioritas dalam penanggulangan Karhutla ada 12 kabupaten/kota, namun ada 4 wilayah yang menjadi prioritas utama karena luasnya lahan gambut, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).

"Kempat daerah ini (OKI,OI, Muba dan Banyuasin) menjadi prioritas utama karena memiliki luasan lahan gambut terbanyak di Sumsel," ucap Iqbal.

Ia juga mengatakan perlunya mengubah mindset ataupun memberikan edukasi tentang dampak dari pembakaran hutan dan lahan. BPBD Sumsel akan bekerjasama dengan BNPB bagaimana menddik siswa berupa buku pelajaran.

"Mindset masyarakat ini ingin ita ubah agar menjadi pemikiran-pemiikiran baru dan akan ada buku pelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka di sekolah baik dari sekolah tingkat pertama hingga akhir, ini lagi kita desain dan akan kita koordinasikan dengan dinas pendidikan," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto