Sumsel

Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Maman Suparman | 22 Januari 2026, 11:00 WIB
Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO SUMSEL Minum kopi sudah menjadi kebiasaan banyak orang untuk meningkatkan fokus dan energi. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan jantung berdebar setelah mengonsumsi minuman berkafein tersebut. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan memiliki penjelasan medis yang jelas.

Jantung berdebar setelah minum kopi umumnya disebabkan oleh kandungan kafein, yaitu zat stimulan alami yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Ketika masuk ke dalam tubuh, kafein merangsang pelepasan hormon adrenalin yang berperan meningkatkan kewaspadaan dan respons tubuh.

Akibatnya, detak jantung bisa berdetak lebih cepat dan terasa lebih kuat. Pada sebagian orang, sensasi ini digambarkan seperti jantung berdenyut kencang, terasa “melompat”, atau tidak nyaman di dada.

Reaksi tersebut juga bisa disertai tangan gemetar ringan, rasa gelisah, hingga sulit berkonsentrasi.

Kenapa Kopi Bisa Memicu Jantung Berdebar?

Secara fisiologis, kafein bekerja dengan menghambat zat adenosin, senyawa yang berfungsi menenangkan aktivitas saraf. Saat efek adenosin terhambat, sistem saraf menjadi lebih aktif dan memicu peningkatan denyut jantung serta tekanan darah.

Respons tubuh terhadap kafein berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang tetap merasa baik-baik saja meski minum beberapa cangkir kopi, namun ada pula yang langsung merasakan jantung berdebar setelah konsumsi dalam jumlah kecil.

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Pada orang yang sehat, jantung berdebar setelah minum kopi umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Detak jantung biasanya akan kembali normal seiring berkurangnya efek kafein di dalam tubuh.

Meski demikian, konsumsi kafein tetap perlu dibatasi. Otoritas kesehatan merekomendasikan asupan kafein maksimal sekitar 400 miligram per hari untuk orang dewasa sehat, atau setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi, tergantung jenis dan takaran seduhannya.

Konsumsi berlebihan dapat memicu keluhan lain seperti gugup, gangguan tidur, nyeri lambung, hingga jantung berdebar yang lebih sering dan berkepanjangan.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Segera cari bantuan medis apabila jantung berdebar setelah minum kopi disertai gejala serius, seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, muntah, kebingungan, atau detak jantung terasa tidak teratur dalam waktu lama.

Gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Secara umum, minum kopi masih aman selama dikonsumsi dalam batas wajar dan disesuaikan dengan toleransi tubuh masing-masing. Mengenali respons tubuh menjadi langkah penting agar manfaat kopi tetap optimal tanpa mengganggu kesehatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia