Sumsel

Presiden Prabowo Instruksikan Pengamanan Nataru 2025–2026 Terpadu dan Humanis

Maman Suparman | 24 Desember 2025, 09:54 WIB
Presiden Prabowo Instruksikan Pengamanan Nataru 2025–2026 Terpadu dan Humanis

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dilaksanakan secara terpadu, antisipatif, dan humanis.

Pengamanan tersebut diminta mengedepankan keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan nasional selama libur akhir tahun.

Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Nataru 2025–2026 yang digelar secara hybrid di Kantor Kemenko Polkam.

Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan, pengamanan Nataru menjadi agenda penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru harus dilakukan secara terpadu, antisipatif, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta stabilitas keamanan,” ujar Djamari dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Ia menyampaikan, keberhasilan pengamanan Nataru pada tahun sebelumnya menjadi dasar dalam penyusunan strategi tahun ini. Berdasarkan data 2024, terjadi penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Soal Cinta, Karier, dan Keuangan

“Angka kecelakaan lalu lintas pada 2024 menurun sekitar 25 persen dibandingkan 2023. Jumlah korban kecelakaan juga turun sebesar 0,51 persen,” katanya.

Menurut Djamari, capaian tersebut menjadi acuan untuk merancang langkah-langkah yang lebih efektif guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah potensi risiko yang perlu diantisipasi, seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, hingga gangguan keamanan berupa kejahatan jalanan dan praktik premanisme.

“Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur panjang berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan, serta gangguan keamanan,” ujarnya.

Selain itu, Djamari juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem. Ia meminta kementerian dan lembaga terkait meningkatkan koordinasi dalam menghadapi potensi banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

“Banjir dan longsor di Sumatera serta Jawa Tengah telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Hal ini memerlukan respons cepat dan perhatian serius,” katanya.

Djamari optimistis, dengan perencanaan matang dan sinergi lintas sektor, berbagai potensi ancaman selama libur Natal dan Tahun Baru dapat ditangani dengan baik.

“Kita harus memastikan masyarakat dapat menikmati libur Nataru dengan aman dan nyaman, termasuk saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Natal,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia