Sumsel

Pendakian Gunung Dempo Normal di Tengah Status Siaga Bencana

Maman Suparman | 13 Desember 2025, 22:00 WIB
Pendakian Gunung Dempo Normal di Tengah Status Siaga Bencana

AKURAT.CO SUMSEL Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) memastikan aktivitas pendakian di Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan, tetap berjalan normal meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan telah menetapkan Kota Pagaralam dalam status siaga bencana banjir dan longsor.

Sekretaris BRIGADE, Desta Ndruru, dikonfirmasi dari Palembang, Jumat, menegaskan bahwa kondisi pendakian tidak mengalami perubahan signifikan.

"Aktivitas pendakian Gunung Dempo tetap berjalan normal seperti biasanya," kata Desta.

Meskipun operasional pendakian normal, BRIGADE mengeluarkan imbauan ketat bagi para wisatawan. Desta Ndruru mendesak pendaki untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri, terutama terkait potensi cuaca ekstrem di area pegunungan.

Beberapa poin imbauan yang ditekankan antara lain perlengkapan nemadai, pendaki wajib menyediakan perlengkapan antisipasi hujan, seperti jas hujan, tenda yang kuat, dan matras.

Waspada area rawan, pendaki diimbau untuk menghindari area-area yang berpotensi rawan longsor di sepanjang jalur pendakian.

Kesehatan dan konsums, BRIGADE memastikan setiap pendaki terdata dan dicek kelengkapan serta bekal konsumsi yang dibawa untuk menjamin keselamatan.

"Tetap survive dan sehat, kami terus memberikan pengarahan," ujar Desta.

Selain aspek keselamatan fisik, BRIGADE juga mengingatkan pendaki untuk menjaga etika selama berada di kawasan konservasi.

Mereka dilarang keras membuang sampah sembarangan, mengganggu CCTV yang berfungsi untuk pemantauan kawah, dan ditekankan untuk menjaga kearifan lokal.

"Kami terus memberikan pengarah kepada pendaki untuk tidak turun ke kawah, dan tidak mengganggu CCTV di kawah," tutup Desta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia