Sumsel

702 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Catat Kejadian Terbanyak

Maman Suparman | 20 Oktober 2025, 15:02 WIB
702 Kasus Karhutla Terjadi di Sumsel, Ogan Ilir Catat Kejadian Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali meningkat tajam pada musim kemarau 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, hingga 16 Oktober 2025 tercatat sebanyak 702 kejadian karhutla di seluruh wilayah provinsi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan tiga kabupaten menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Total 702 kasus hingga pertengahan Oktober. Di Ogan Ilir ada 134 kejadian, Muba 132 kejadian, dan OKI 124 kejadian,” ujar Sudirman, Senin (20/10/2025).

Selain tiga wilayah tersebut, empat kabupaten lain juga masuk kategori zona merah karena mencatat lebih dari 30 kasus. Masing-masing adalah Banyuasin (91 kasus), Muara Enim (69 kasus), PALI (59 kasus), dan Musi Rawas (41 kasus).

“Wilayah ini menjadi perhatian utama karena penyebaran api bisa terjadi sangat cepat. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan perkebunan, semak belukar, dan lahan tidur,” jelasnya.

Menurut Sudirman, kondisi cuaca kering ekstrem dan angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran titik api. Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni terus melakukan patroli darat dan udara untuk menekan risiko perluasan kebakaran.

Sementara itu, data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan luas lahan terbakar di Sumsel mencapai 4.859 hektare sepanjang Januari hingga September 2025.

Baca Juga: Rincian Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 20 Oktober 2025, Terpantau Stabil Sejak Akhir Pekan

Wilayah terdampak terluas berada di Musi Banyuasin (856 hektare), diikuti OKI (598 hektare) dan Ogan Ilir (520 hektare). Sisanya tersebar di kabupaten lain seperti OKU, Musi Rawas, dan Muara Enim.

“Sebagian besar yang terbakar merupakan lahan mineral, sementara lahan gambut banyak ditemukan di OKI dan Banyuasin,” ungkap Ferdian Kristanto, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera.

Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak Agustus 2025, dengan pengerahan lebih dari 1.200 personel gabungan dan dukungan empat helikopter water bombing.

Selain operasi pemadaman, pemerintah daerah juga mengintensifkan program Desa Peduli Api serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis citra satelit.

“Penegakan hukum tetap kami dorong. Setiap pelaku pembakaran, baik individu maupun korporasi, akan diproses sesuai ketentuan,” tegas Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia