Sumsel

Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Maman Suparman | 10 Oktober 2025, 15:42 WIB
Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB untuk Perkuat Penanganan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus diperkuat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing guna mempercepat proses pemadaman di wilayah rawan karhutla.

Dengan tambahan armada tersebut, kini Sumsel memiliki lima helikopter water bombing dan dua unit helikopter patroli udara yang disiagakan di sejumlah titik strategis.

“Iya, kita dapat tambahan satu unit helikopter water bombing dari BNPB untuk memperkuat penanganan bencana asap akibat karhutla di Sumsel,” ujar Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, Jumat (10/10/2025).

Helikopter berjenis EX-08033/Mi8 MTV-1 tersebut sebelumnya telah melalui pemeriksaan administrasi dan verifikasi kelengkapan dokumen oleh tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BNPB.

Setelah dinyatakan laik operasi pada Rabu (8/10/2025), helikopter langsung dikerahkan untuk membantu pemadaman di wilayah terdampak.

Menurut Sudirman, helikopter tambahan itu langsung melakukan aksi pemadaman di Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Kasus Siswa SMKN 7 Palembang yang Dituduh Gunakan Narkoba, Kini Ditangani Dinas Pendidikan Sumsel

Dalam operasi tersebut, dilakukan delapan kali water bombing dengan total 32 ribu liter air untuk memadamkan lahan terbakar seluas sekitar tiga hektare.

“Helikopter yang baru diperbantukan juga sudah beroperasi di OKI. Total ada delapan kali sortie atau penyiraman di Pangkalan Lampam,” jelasnya.

Tambahan armada udara ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat. Pemerintah Provinsi Sumsel bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain itu, patroli udara juga terus digencarkan untuk memantau titik panas dan potensi kebakaran baru.

“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk memastikan operasi udara dan darat berjalan optimal,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia