Sumsel

Rela Taruhkan Nyawa Demi Santri, Kisah Heroik dr. Aaron di Tengah Tragedi Runtuhnya Musala Ponpes Sidoarjo

Maman Suparman | 6 Oktober 2025, 14:00 WIB
Rela Taruhkan Nyawa Demi Santri, Kisah Heroik dr. Aaron di Tengah Tragedi Runtuhnya Musala Ponpes Sidoarjo

AKURAT.CO SUMSEL Di balik reruntuhan beton musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, tersimpan kisah keberanian luar biasa dari seorang dokter TNI, dr. Aaron Franklyn Suaduon Simatupang.

Dengan penuh dedikasi, ia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan seorang santri yang terjebak di bawah puing-puing bangunan yang ambruk.

Santri berinisial NA itu tertindih bongkahan beton besar dan terjebak di ruang sempit selebar 50 sentimeter. Situasi di lokasi sangat berbahaya. Setiap getaran kecil bisa membuat struktur bangunan yang rapuh itu kembali ambruk.

Namun tanpa ragu, dr. Aaron merayap masuk ke celah tersebut demi memberikan pertolongan.

“Pikiran saya, sudah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit bisa ambruk,” ujar dr. Aaron, senin (6/10/2025).

Baca Juga: Fakta-fakta Meteor Jatuh di Cirebon, Penjelasan Ahli , Titik Lokasi hingga Dampak untuk Bumi

Di tengah kondisi serba terbatas, tim medis dihadapkan pada keputusan sulit: menunggu beton diangkat dengan risiko korban kehabisan darah, atau melakukan amputasi di lokasi.

Setelah berdiskusi dengan tim dokter senior, dr. Aaron memilih opsi kedua  keputusan yang menuntut keberanian dan ketenangan luar biasa.

Prosedur amputasi darurat itu berlangsung sekitar 10 menit di bawah reruntuhan, dengan pasien dibius langsung di tempat. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera distabilisasi dan dilarikan ke RSUD untuk perawatan lanjutan.

“Setelah itu lukanya ditutup. Kemudian di RS dilakukan pembersihan ulang, dijahit kembali, dan baru selesai sekitar pukul 01.30 WIB,” jelasnya.

Pria kelahiran Jayapura, 29 Januari 1994, ini bukan hanya dikenal sebagai dokter militer, tetapi juga seorang akademisi. Ia telah menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Pembangunan Panca Budi, menunjukkan dedikasinya baik di bidang medis maupun ilmu hukum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia