Kemenkes Turun Tangan, Kasus dr Myta Picu Evaluasi Sistem Internship

AKURAT.CO SUMSEL Kematian dokter muda peserta internship, dr Myta Aprilia Azmy, tak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memicu gelombang sorotan terhadap sistem kerja tenaga medis muda di Indonesia.
Hingga kini, penyebab pasti wafatnya dokter yang sempat dirawat di ICU RSUP Dr Mohammad Hoesin itu masih belum diumumkan secara resmi.
Direktur Utama RSMH Palembang, Siti Khalimah, menyatakan pihak rumah sakit belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait kondisi medis almarhumah.
Hal ini lantaran masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan menyampaikan keterangan secara langsung.
“Kami belum mendapat izin untuk menyampaikan informasi. Penjelasan nantinya akan disampaikan oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Di tengah belum adanya kepastian medis, perhatian publik justru mengarah pada dugaan beban kerja berat yang dialami dr Myta selama menjalani masa internship.
Informasi yang beredar menyebutkan, kondisi kesehatannya telah menurun sejak Maret 2026, namun ia tetap menjalankan tugas jaga, bahkan dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran soal pola kerja dan sistem pengawasan terhadap dokter internship, yang kerap menghadapi tekanan tinggi di lapangan.
Sejumlah kalangan menilai, perlu ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Polisi Kejar Pelaku Pecah Kaca, CCTV Jadi Kunci Pengungkapan
Kondisi dr Myta dilaporkan sempat kritis dengan saturasi oksigen di bawah 80 persen sebelum akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).
Kasus ini kini menjadi perhatian luas, tidak hanya di kalangan tenaga medis, tetapi juga masyarakat umum.
Desakan agar dilakukan investigasi transparan pun menguat, seiring harapan adanya perbaikan sistem kerja dokter muda di masa mendatang.
Sambil menunggu penjelasan resmi pemerintah, duka atas kepergian dr Myta berubah menjadi momentum refleksi tentang batas kerja manusia, keselamatan tenaga medis, dan tanggung jawab sistem kesehatan dalam melindungi mereka yang berada di garda terdepan pelayanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tanda Bansos Cair Lengkap dengan Panduan Pengambilan Bantuan Via Bank dan PT Pos Indonesia
- 2iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 3Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 4Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 5Update Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Timnas Indonesia Vs Malaysia Berakhir Imbang 0-0
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 8Update Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 3 Medali Tapi Turun Peringkat
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








