Sumsel

Pelindo Regional 2 Palembang Kembangkan Bisnis Air Bersih dan Biomassa, Dorong Layanan Pelabuhan Berkelanjutan

Maman Suparman | 8 Agustus 2025, 12:47 WIB
 Pelindo Regional 2 Palembang Kembangkan Bisnis Air Bersih dan Biomassa, Dorong Layanan Pelabuhan Berkelanjutan

 

AKURAT.CO SUMSEL Pelindo Regional 2 Palembang melangkah lebih jauh dalam memperkuat layanan kepelabuhanan dengan meresmikan peningkatan kapasitas Water Treatment Plant (WTP) Tanjung Buyut dan memulai pembangunan EFB Biomass Pellet Plant di Pelabuhan Sungai Lais.

Dua proyek ini menjadi bagian dari strategi besar mengoptimalkan potensi bisnis utilitas sekaligus mendukung agenda energi terbarukan.

WTP Tanjung Buyut kini mampu mengolah 600–800 m³ air bersih steril per hari, melonjak tajam dari kapasitas sebelumnya yang hanya 4–20 m³.

Fasilitas ini akan memasok kebutuhan air bagi Stasiun Pandu Tanjung Buyut, kapal-kapal di wilayah Ambang Luar, serta berpotensi melayani masyarakat sekitar, termasuk Desa Sungsang, Banyuasin.

Ke depan, WTP juga direncanakan memproduksi air minum dalam kemasan, membuka peluang bisnis baru bagi Pelindo di sektor utilitas pelabuhan.

Tidak hanya itu, Pelindo bersama PT Panah Perak Megasarana juga resmi memulai tahap pembangunan EFB Biomass Pellet Plant, proyek yang memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi bahan bakar biomassa berkualitas.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Paling Murah Rp10,5 Juta per Suku

Fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 315 ton per hari, sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, menegaskan bahwa pengembangan bisnis air bersih menjadi bagian penting dari ekosistem pelabuhan modern.

“Pelabuhan modern tidak hanya bicara bongkar muat, tetapi juga menyediakan layanan utilitas yang andal dan bernilai ekonomi. WTP Tanjung Buyut menjadi awal pengembangan bisnis air bersih yang prospeknya sangat besar, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana, Agussalim Igarashi, menilai kolaborasi antara BUMN dan swasta menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur berbasis layanan.

“Kami melihat pengelolaan air bersih sebagai bagian dari solusi infrastruktur masa depan. Kolaborasi ini memperkuat peran pelabuhan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Dengan dua proyek strategis ini, Pelindo Regional 2 Palembang menegaskan komitmennya membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan layanan kepelabuhanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia