Sumsel

Asta Cita ke-7 Jadi Nyata, Pemerintahan Prabowo Total Perangi Korupsi dan Kolusi

Maman Suparman | 24 Juli 2025, 13:52 WIB
Asta Cita ke-7 Jadi Nyata, Pemerintahan Prabowo Total Perangi Korupsi dan Kolusi

AKURAT.CO SUMSEL Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi mulai menunjukkan hasil konkret.

Dalam sembilan bulan pertama pemerintahannya, lebih dari 80 orang tersangka dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat tinggi dan pengusaha besar, telah berhasil ditangkap.

Angka ini menandai babak baru dalam sejarah penegakan hukum di Tanah Air dan menegaskan keseriusan pemerintah dalam memerangi rasuah.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO), Hariqo Satria, menegaskan bahwa Indonesia telah menghadapi tantangan serius dalam pemberantasan korupsi selama dua dekade terakhir.

"Dari 2004 hingga 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani sedikitnya 1.809 kasus korupsi yang melibatkan pejabat di berbagai tingkat pemerintahan. Itu belum termasuk ribuan kasus lain yang ditangani Kejaksaan dan Kepolisian," kata Hariqo dalam keteranga resmi, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga: Google Resmi Ungkap Desain Pixel 10 Pro Jelang Peluncuran 20 Agustus  

Pemerintah saat ini tengah mengembangkan berbagai strategi pencegahan, seperti penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meminimalkan manipulasi data, peningkatan transparansi birokrasi, pengawasan digital, dan perlindungan bagi pelapor pelanggaran (whistleblower).

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara juga telah diterbitkan guna memastikan penggunaan anggaran negara lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah menaikkan gaji hakim muda hingga 280% untuk memperkuat integritas peradilan dan mengurangi potensi suap.

Salah satu bukti nyata dampak dari bersih-bersih anggaran adalah program revitalisasi sekolah.

Pada 2025, pemerintah berencana memperbaiki 10.440 hingga 11.000 sekolah jumlah terbesar sepanjang sejarah Indonesia sebagai bagian dari pemanfaatan dana publik yang lebih efisien pasca pemberantasan korupsi.

Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan bahwa korupsi adalah akar dari berbagai kesenjangan dan kegagalan pembangunan. Dalam pidato pelantikannya pada 20 Oktober 2024, ia menyatakan secara tegas:

“Masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengdan menegaskan keseriusan pemerintah dalam memerangi rasuah," tegasny.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia