Agar Tidak Sakit Hati Saat Bercanda, Ikuti Panduan Bercanda dalam Islam

AKURAT.CO SUMSEL Bercanda adalah bagian dari kehidupan sosial yang sering digunakan untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban. Dalam Islam, bercanda diperbolehkan, tetapi ada aturan yang perlu diperhatikan agar tetap berada dalam koridor syariat.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang hangat dan penuh kasih sayang. Dalam berbagai riwayat, beliau kerap bercanda dengan para sahabatnya. Meski demikian, canda beliau selalu mengandung kejujuran, tidak melukai perasaan, dan penuh hikmah.
Salah satu kisah terkenal adalah ketika seorang wanita tua bertanya apakah ia bisa masuk surga. Rasulullah ﷺ menjawab,
“Wanita tua tidak akan masuk surga.” Wanita itu pun terkejut. Namun, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa di surga, tidak ada wanita tua karena semua orang akan dikembalikan muda. Kisah ini menunjukkan bahwa candaan bisa menghibur tanpa kehilangan nilai-nilai kebenaran.
Bercanda tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan. Candaan yang ringan, bermakna, dan sesuai dengan adab Islam dapat menciptakan suasana yang hangat sekaligus memberikan pelajaran bagi orang lain.
Islam tidak melarang bercanda, tetapi memberikan panduan agar tetap dalam batas yang dibenarkan. Kejujuran, penghormatan, dan kesederhanaan menjadi prinsip utama dalam bercanda.
Meneladani Rasulullah ﷺ dalam hal ini adalah langkah yang bijak. Beliau menunjukkan bahwa bercanda bisa dilakukan dengan penuh hikmah, tanpa melanggar adab, dan tetap menjaga kehormatan sesama.
Dengan begitu, canda menjadi sarana untuk menciptakan suasana harmonis dan mempererat hubungan sosial. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





