BPBD Sumsel Siapkan 4 Helikopter Waterbombing dan 1 Helikopter Patroli dalam Penanggulangan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel menggelar apel dan simulasi penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), apel ini diikuti oleh 1.200 personel dari berbagai instasi dan juga menampilkan berbagai peralatan dan kendaraan dalam pemadaman Karhutla.
Kepala Pelakasana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabana mengatakan dalam penanggulangan bencana Karhutla ini BPBD Sumsel selah menyiapkan sekitar 1.000 personel dilapangan.
"Ada sekitar 1.000 personel yang bertugas dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumsel," ujarnya usai apel, Sabtu (20/7/2024).
BPBD Sumsel juga mendapatkan bantuan dari BNPB sebesar Rp6,5 miliar berupa perlatan khusus untuk penanggulangan bencana.
"Bantuannya sebesar Rp6,5 miliar berupa bantuan sepert pompa, mesin jinjing, dan APD untuk penanggulangan di lapangan," katanya.
Lanjutnya, menurut prediksi BMKG, tahun ini kondisi lebih ringan karena El Nino sudah mulai pergi dan sudah masuk La Nina.
"Namun, antisipasi dan upaya pencegahan tetap menjadi fokus utama karena jika lahan sudah terbakar, sangat sulit dipadamkan, terutama di wilayah gambut," jelasnya.
Terlebih lagi, Saat ini BPBD Sumsel memiliki 4 helikopter waterbombing dan 1 helikopter patroli, total 5 helikopter.
"Kami telah mengajukan total 8 helikopter waterbombing dan 2 helikopter patroli, dan yang sudah datang 4 helikopter waterbombing dan 1 helikopter patroli, ini akan terus bertambah sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan," ungkapnya.
Wilayah yang menjadi prioritas dalam penanggulangan Karhutla ada 12 kabupaten/kota, namun ada 4 wilayah yang menjadi prioritas utama karena luasnya lahan gambut, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).
"Kempat daerah ini (OKI,OI, Muba dan Banyuasin) menjadi prioritas utama karena memiliki luasan lahan gambut terbanyak di Sumsel," ucap Iqbal.
Ia juga mengatakan perlunya mengubah mindset ataupun memberikan edukasi tentang dampak dari pembakaran hutan dan lahan. BPBD Sumsel akan bekerjasama dengan BNPB bagaimana menddik siswa berupa buku pelajaran.
"Mindset masyarakat ini ingin ita ubah agar menjadi pemikiran-pemiikiran baru dan akan ada buku pelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka di sekolah baik dari sekolah tingkat pertama hingga akhir, ini lagi kita desain dan akan kita koordinasikan dengan dinas pendidikan," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 5Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 6Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 7Update Harga Emas Perhiasan Palembang Kamis 22 Oktober 2026
- 8Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








