Sumsel

Kenapa Rumah Tangga Sering Ribut? Ini Penjelasan Ahli Tentang Akar Masalahnya

Maman Suparman | 4 November 2025, 11:22 WIB
Kenapa Rumah Tangga Sering Ribut? Ini Penjelasan Ahli Tentang Akar Masalahnya

AKURAT.CO SUMSEL Pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah terjadi.

Namun, jika konflik terus berulang tanpa penyelesaian, hubungan suami istri bisa terasa penuh tekanan bahkan berujung pada perpisahan.

Menurut sejumlah psikolog keluarga, akar malah dari pertengkaran rumah tangga umumnya bukan hal besar, melainkan hal kecil yang dibiarkan menumpuk tanpa komunikasi yang sehat.

1. Komunikasi yang Tidak Seimbang

Ketika salah satu pihak merasa tidak didengarkan, perasaan kecewa akan berubah menjadi kemarahan yang muncul dalam bentuk pertengkaran.

2. Masalah Finansial Jadi Pemicu Utama

Selain komunikasi, masalah ekonomi juga sering menjadi sumber konflik. Keterbatasan keuangan, perbedaan cara mengatur uang, atau beban utang sering kali membuat hubungan menjadi tegang.

Baca Juga: 4 Cara Agar Selalu Tersenyum Meski Hidup Penuh Tekanan

Tekanan finansial membuat pasangan mudah sensitif. Di sinilah pentingnya keterbukaan dan kerja sama dalam merencanakan keuangan rumah tangga.

3. Perbedaan Ekspektasi dan Gaya Hidup

Banyak pasangan tidak menyadari bahwa perbedaan latar belakang dan kebiasaan hidup sebelum menikah dapat menjadi pemicu pertengkaran.

Misalnya, satu pihak ingin menghabiskan akhir pekan di rumah, sementara yang lain ingin berlibur. Perbedaan kecil seperti ini, jika tidak dikompromikan, bisa menimbulkan jarak emosional.

4. Kurangnya Waktu Berkualitas Bersama

Di era modern, kesibukan kerja sering membuat pasangan jarang memiliki waktu bersama. Akibatnya, kedekatan emosional perlahan menurun.

Padahal hubungan butuh perawatan seperti tanaman. Jika tidak disiram dengan waktu dan perhatian, perlahan akan layu.

5. Ego dan Kurangnya Empati

Pertengkaran juga kerap dipicu oleh ego yang tinggi dan kurangnya empati terhadap pasangan. Sering kali, masing-masing ingin didengar tapi enggan mendengarkan.

Menurut ahli, belajar memahami sudut pandang pasangan bisa menjadi kunci untuk meredam konflik.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia