Sumsel

Belajar Tanpa Batas, Kampanye Literasi Inklusif UIN Raden Fatah Disambut Antusias Siswa SDN 114

Maman Suparman | 15 Desember 2025, 13:43 WIB
Belajar Tanpa Batas, Kampanye Literasi Inklusif UIN Raden Fatah Disambut Antusias Siswa SDN 114

AKURAT.CO SUMSEL Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kampanye literasi bertema pendidikan inklusif di SD Negeri 114 Palembang, Jumat (29/11/2025).

Kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya budaya membaca sekaligus pengenalan komunikasi inklusif melalui bahasa isyarat sejak usia dini.

Kampanye tersebut menjadi bagian dari inisiatif sosial dan edukatif mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterbukaan terhadap berbagai bentuk komunikasi, termasuk bahasa isyarat.

Untuk memperkuat pesan inklusivitas, kegiatan ini melibatkan tokoh dari Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sumatera Selatan (Sumsel).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ade Kurnia sebagai juru bahasa isyarat serta Muhammad Syarif sebagai narasumber teman tuli yang berbagi pengalaman hidup dan cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Baca Juga: Pendakian Gunung Dempo Normal di Tengah Status Siaga Bencana

Melalui sesi interaktif, para siswa diajak mengenal dasar-dasar bahasa isyarat serta memahami pentingnya empati terhadap penyandang disabilitas Tunarungu.

Metode pembelajaran dikemas secara menyenangkan melalui berbagai permainan edukatif yang memicu kreativitas dan antusiasme siswa.

Kolaborasi antara mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan Gerkatin Sumsel ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Program tersebut dinilai mampu membuka wawasan siswa tentang pentingnya pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bahwa pemahaman terhadap bahasa isyarat dapat menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat rasa empati dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, mahasiswa UIN Raden Fatah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran inklusif di sekolah-sekolah lainnya.

Melalui kampanye ini, mahasiswa, komunitas Tunarungu, dan siswa SDN 114 Palembang bersama-sama menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan membangun komunikasi yang efektif dalam lingkungan belajar yang inklusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia