Sumsel

Pelajar SMP di Palembang Dibacok, Tangan Nyaris Putus saat Dihadang di Jalanan

Maman Suparman | 6 Agustus 2025, 10:02 WIB
Pelajar SMP di Palembang Dibacok, Tangan Nyaris Putus saat Dihadang di Jalanan

AKURAT.CO SUMSEL Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kota Palembang. Seorang pelajar SMP, Rasya AP(13), menjadi korban pembacokan brutal oleh dua pria tak dikenal saat sedang dalam perjalanan pulang bersama temannya.

Menurut keterangan ayah korban, Agus Santoso (38), anaknya saat itu sedang dibonceng oleh temannya, Fauzan, menggunakan sepeda motor dalam perjalanan pulang. Namun di tengah jalan, keduanya tiba-tiba dihadang oleh dua orang pria tak dikenal.

"Fauzan memberhentikan motor karena mereka diadang. Tiba-tiba salah satu pelaku mendekat sambil membawa pedang dan langsung menyerang anak saya," kata Agus saat melapor ke Polrestabes Palembang, Selasa (5/8/2025) sore.

Rasya yang kaget dan panik secara refleks menangkis serangan tersebut menggunakan tangan kirinya. Namun, tebasan tajam dari senjata pelaku membuat tangannya terluka parah dan nyaris terputus.

Pascakejadian, Rasya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Sementara keluarganya yang tak terima atas insiden tersebut segera melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Baca Juga: Tergiur Pinjaman Cepat di Facebook, Pria Palembang Malah Tertipu Uang Rp1 Juta

"Kami tidak terima. Anak saya jadi korban kekerasan jalanan. Kami minta pelakunya segera ditangkap dan diproses hukum," ujar Agus tegas.

Laporan terkait kejadian ini telah diterima oleh pihak Polrestabes Palembang. Kepala SPKT Polrestabes, Ipda Yudi, membenarkan laporan tersebut dan menyebut kasusnya kini ditangani oleh Unit Pidum Satreskrim.

"Laporan dari orang tua korban sudah masuk. Kasus ini masuk dalam perlindungan anak dan sedang kami dalami. Unit Pidum akan segera lakukan penyelidikan," jelasnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia