Sumsel

Rasio Gini Sumsel 2025: Palembang Tertinggi, Musi Rawas Utara Terendah

Maman Suparman | 3 Desember 2025, 22:00 WIB
Rasio Gini Sumsel 2025: Palembang Tertinggi, Musi Rawas Utara Terendah

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat tingkat ketimpangan pendapatan di provinsi itu pada 2025 berada di angka 0,311, menunjukkan ketimpangan kategori rendah-menengah.

Meski secara umum masih terjaga, disparitas antardaerah terlihat cukup mencolok, terutama antara wilayah perkotaan dan kabupaten.

Data yang dirilis untuk 17 kabupaten/kota menunjukkan Kota Palembang menjadi daerah dengan ketimpangan tertinggi, yakni 0,389, disusul Lubuklinggau (0,369) dan Prabumulih (0,343).

Tingginya aktivitas ekonomi di perkotaan menjadi salah satu faktor pendorong munculnya jurang pendapatan antara kelompok masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswi Palembang Diperas Rp 500 Ribu, Korban Ancaman Penyebaran VCS

Sebaliknya, ketimpangan terendah tercatat di Musi Rawas Utara dengan nilai 0,207, diikuti Musi Banyuasin (0,208) dan Musi Rawas (0,209).

Daerah dengan karakter ekonomi berbasis agraris cenderung menunjukkan pemerataan pendapatan lebih baik.

Palembang sebagai pusat ekonomi Sumsel masih menghadapi ketimpangan pengeluaran yang tinggi. Struktur ekonomi berbasis jasa dan perdagangan membuat distribusi pendapatan kurang merata.

Sementara Lubuklinggau dan Prabumulih dua kota dengan pertumbuhan kawasan perkotaan cukup cepat juga mencatat rasio Gini yang berada pada level menengah ke atas.

Sebagian besar kabupaten seperti Ogan Komering Ilir (0,255), Muara Enim (0,258), PALI (0,243), dan OKU Timur (0,248) berada pada kategori ketimpangan rendah.

Pola ekonomi yang lebih merata, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas distribusi pendapatan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia