Sumsel

Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,35 Persen, Kemiskinan Sumsel Resmi Satu Digit

Maman Suparman | 5 Februari 2026, 16:30 WIB
Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,35 Persen, Kemiskinan Sumsel Resmi Satu Digit

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan pencapaian historis dalam sektor ekonomi. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya kini resmi menyentuh level satu digit, yakni sebesar 9,85 persen per September 2025.

Capaian ini menjadi rekor terendah dalam satu dekade terakhir, sekaligus melampaui angka terendah sebelumnya pada Maret 2014 silam.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut haru capaian ini. Ia menyebut penurunan angka kemiskinan ke level satu digit merupakan target jangka panjang yang selama ini dianggap sulit dicapai oleh banyak pihak.

"Ini adalah impian saya. Dulu terasa tidak mungkin (impossible), tapi kami jadikan tekad. Alhamdulillah, hari ini terwujud bersama Wakil Gubernur Cik Ujang," ujar Herman Deru saat memberikan keterangan di Griya Agung, Kamis (5/2/2026).

Meski mencetak prestasi, Deru mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, angka 9,85 persen masih berada di zona rentan karena sangat dekat dengan ambang dua digit.

"Kita tidak boleh lengah. Jika satu kabupaten atau kota melemah, dampaknya akan terasa ke seluruh provinsi. Sinergi 17 kabupaten/kota harus tetap diperkuat," tegasnya.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Beri Toleransi Crossing Truk Batu Bara di Jalan Nasional Muara Enim-Lahat Selama Februari

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menyebut penurunan kemiskinan ini ditopang indikator makro yang kuat, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen yang melampaui angka nasional. Selain itu, kondisi ini didorong oleh tingkat pengangguran yang rendah di angka 3,59 persen serta berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 21,4 ribu jiwa dalam enam bulan terakhir. 

"Ini adalah pencapaian terendah sepanjang sejarah Sumatera Selatan. Hasil ini memotret efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah pascapandemi," jelas Wahyu.

Menatap masa depan, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya akurasi data untuk menjaga tren positif ini. Ia meminta masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendatang agar pemerintah memiliki basis data yang tepat dalam merumuskan kebijakan.

"Data yang benar lahir dari keterbukaan masyarakat. Saya minta petugas sensus didukung agar program pemerintah ke depan benar-benar tepat sasaran," pungkasnya.

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat resiliensi ekonomi Sumatera Selatan setelah sempat terpuruk di angka 12,98 persen akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia