Ditopang Pertumbuhan Ekonomi 5,35 Persen, Kemiskinan Sumsel Resmi Satu Digit

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan pencapaian historis dalam sektor ekonomi. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya kini resmi menyentuh level satu digit, yakni sebesar 9,85 persen per September 2025.
Capaian ini menjadi rekor terendah dalam satu dekade terakhir, sekaligus melampaui angka terendah sebelumnya pada Maret 2014 silam.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut haru capaian ini. Ia menyebut penurunan angka kemiskinan ke level satu digit merupakan target jangka panjang yang selama ini dianggap sulit dicapai oleh banyak pihak.
"Ini adalah impian saya. Dulu terasa tidak mungkin (impossible), tapi kami jadikan tekad. Alhamdulillah, hari ini terwujud bersama Wakil Gubernur Cik Ujang," ujar Herman Deru saat memberikan keterangan di Griya Agung, Kamis (5/2/2026).
Meski mencetak prestasi, Deru mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, angka 9,85 persen masih berada di zona rentan karena sangat dekat dengan ambang dua digit.
"Kita tidak boleh lengah. Jika satu kabupaten atau kota melemah, dampaknya akan terasa ke seluruh provinsi. Sinergi 17 kabupaten/kota harus tetap diperkuat," tegasnya.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menyebut penurunan kemiskinan ini ditopang indikator makro yang kuat, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen yang melampaui angka nasional. Selain itu, kondisi ini didorong oleh tingkat pengangguran yang rendah di angka 3,59 persen serta berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 21,4 ribu jiwa dalam enam bulan terakhir.
"Ini adalah pencapaian terendah sepanjang sejarah Sumatera Selatan. Hasil ini memotret efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah daerah pascapandemi," jelas Wahyu.
Menatap masa depan, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya akurasi data untuk menjaga tren positif ini. Ia meminta masyarakat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mendatang agar pemerintah memiliki basis data yang tepat dalam merumuskan kebijakan.
"Data yang benar lahir dari keterbukaan masyarakat. Saya minta petugas sensus didukung agar program pemerintah ke depan benar-benar tepat sasaran," pungkasnya.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat resiliensi ekonomi Sumatera Selatan setelah sempat terpuruk di angka 12,98 persen akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 315 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 4iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 8Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









