1.700 Rumah Tak Layak Huni Akan Dibedah, Pemprov Sumsel Siapkan Dana Segini!

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 34 miliar untuk melaksanakan program bedah rumah di 17 kabupaten/kota di wilayah tersebut.
Dengan total 1.700 rumah warga kurang mampu akan mendapat perbaikan dari anggaran tersebut, dana Bantuan Gubernur (bangub) Sumsel diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (PU Perkim) Sumsel, Novian Aswardani menyampaikan bahwa setiap daerah mendapatkan alokasi Rp2 miliar khusus untuk program bedah rumah dari bangub.
"Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di masyarakat," ujarnya, Sabtu (24/2/2024).
Baca Juga: Mulai Hari Ini, 8,279 Rumah di Sumsel Dapat Bantuan Bedah Rumah, Simak Kisaran Dana yang Disiapkan!
Novian menjelaskan bahwa masing-masing daerah memiliki target untuk melaksanakan bedah rumah sebanyak 100 unit sesuai alokasinya.
Total 1.700 unit rumah diharapkan dapat diperbaiki melalui program ini, dengan Pemprov Sumsel mengalokasikan 78 rumah sesuai dengan peringatan HUT Sumsel ke-78 di tahun ini.
"Program ini mengambil inspirasi dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diterapkan pemerintah pusat," ungkapnya.
Dengan alokasi dana sebesar Rp 20 juta, pemilik rumah dapat melakukan renovasi atap, lantai, atau dinding sebagai stimulan, dan masyarakat diharapkan ikut serta dalam pembangunan dengan cara bergotong royong.
Dalam pengawasannya, Novian menyatakan bahwa akan ada tim teknis dari Pemkab/Pemkot yang akan memantau pembangunan bedah rumah.
Ia menekankan bahwa bantuan ini hanya diperuntukkan bagi perbaikan atap, lantai, dan dinding (Aladin), bukan untuk pembelian barang-barang perlengkapan rumah.
"Sebelum menentukan rumah yang akan dibedah, akan dilakukan verifikasi oleh tim teknis," jelasnya.
Adapun, kriteria verifikasi melibatkan kepemilikan lahan oleh penerima bantuan, tingkat ekonomi yang lemah, dan status masyarakat sebagai pra sejahtera.
"Verifikasi ini dilakukan secara cermat untuk menghindari kesalahan sasaran," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 315 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 4iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 8Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









