Sumsel

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan 2026, Pemprov Sumsel Siapkan Gerakan Pasar Murah

Maman Suparman | 20 Januari 2026, 12:00 WIB
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan 2026, Pemprov Sumsel Siapkan Gerakan Pasar Murah

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan suci Ramadan 2026. Salah satu strategi utama yang akan digencarkan adalah pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) di berbagai titik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi, menyatakan bahwa kenaikan harga pangan merupakan tren tahunan yang terjadi akibat melonjaknya permintaan masyarakat pada awal hingga akhir Ramadan.

"Kami mewaspadai kenaikan harga pada sejumlah komoditas esensial seperti cabai, daging sapi, telur ayam, bawang merah dan putih, ikan, hingga beras," ujar Ruzuan saat memberikan keterangan di Palembang, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: KPK Tegaskan Jokowi Tak Diperiksa dalam Kasus Kuota Haji Tambahan 2024

Ruzuan menjelaskan, persiapan sejak dini sangat diperlukan agar gejolak harga di pasar tidak memberatkan masyarakat. Selain GPM, pihaknya juga berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan kelancaran distribusi.

"Langkah-langkah ini bertujuan memastikan tidak terjadi kelangkaan stok di pasar. Kita ingin memastikan rantai pasokan tetap berjalan lancar sehingga harga tetap terjangkau hingga Lebaran nanti," imbuhnya.

Upaya menekan harga ini tidak hanya dilakukan oleh Pemprov Sumsel sendirian. Ruzuan mengharapkan adanya sinergi dari seluruh pemerintah daerah di Sumsel untuk menggelar intervensi pasar secara serentak.

"Harapannya, upaya bersama ini bisa menekan gejolak harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Terpenting, warga bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga stabil selama menjalankan ibadah puasa," pungkasnya.

Pemprov Sumsel juga akan terus melakukan pemantauan berkala di pasar-pasar tradisional untuk memonitor pergerakan harga komoditas yang rentan mengalami kenaikan signifikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia