BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2025, Cek Sebaran Wilayah Berpotensi Lebih Kering dari Biasanya

AKURAT.CO SUMSEL - Puncak musim kemarau 2025 diprediksi akan terjadi di bulan Juni, Juli dan Agustus 2025.
Plt Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, awal kemarau tahun ini tidak akan terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia.
Akan ada beberapa wilayah yang mengalami musim kemarau normal, lebih cepat dan juga lebih lambat.
Baca Juga: Infak dan Zakat, Apa Bedanya? Simak Penjelasannya
Berikut adalah sebaran wilayahnya:
1. Musim kemarau normal meliputi Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, sebagian Maluku dan sebagian Maluku Utara.
2. Musim kemarau lebih lambat diprediksi akan terjadi di Kalimantan bagian Selatan, Bali, NTB, NTT, sebagian Maluku Utara dan Merauke.
Baca Juga: Kapan Nikah? Ini Alasan Kenapa Kamu Tak Perlu Pusing Ditanya Soal Pernikahan
Lebih lanjut, Dwikorita menambahkan secara umum musim kemarau 2025 terbagi dalam beberapa karakteristik sebagai berikut:
1. Musim kemarau normal (416 ZOM/60%) meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa bagian Timur, Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku dan sebagian besar Papua.
2. Musim kemarau di atas normal (185 ZOM/26%) meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian besar Lampung, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, NTB, NTT, sebagian kecil Sulawesi dan Papua bagian tengah.
Baca Juga: 6 Serial Thriller Jepang Original Netflix yang Wajib Ditonton
3. Musim kemarau di bawah normal (98 ZOM/14%) atau lebih kering dari daerah lainnya meliputi Sumatera bagian utara, sebagian kecil Kalimantan Barat, Sulawesi bagian tengah, Maluku Utara dan Papua bagian selatan.
Menurut analisis BMKG, musim kemarau tahun ini tidak begitu terpengaruh dengan fenomena La Nina dan El Nino.
Bisa dikatakan, musim kemarau tahun ini terjadi dengan kondisi iklim normal.
Baca Juga: 3 Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Jadi Destinasi Wisata Religi
Namun, bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali.
Pasalnya, ada beberapa wilayah Indonesia yang memiliki sifat musim kemarau di atas normal yang memungkinkan menerima akumulasi curah hujan musiman yang lebih tinggi dari biasanya.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Bukber dengan Makanan Ala Timur Tengah di Palembang
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena mengatakan bahwa kemungkinan musim kemarau tahun 2025 akan mirip dengan kondisi musim kemarau 2024 yang tidak sekering musim kemarau sebelumnya.
"Jadi utamanya adalah karena tidak adanya dominasi iklim global seperti El Nino, La Nina dan IOD sehingga prediksi kami iklim tahun ini normal dan tidak sekering tahun 2023 yang berdampak pada banyak kebakaran hutan dan musim kemarau tahun 2025 cenderung mirip dengan kondisi kemarau tahun 2024", ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 3Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 422 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak Naik, Cek Rinciannya di Sini
- 7Harga TBS Sawit Sumsel Awal Oktober 2026 Turun, Segini Besaran per Kg Berdasarkan Umur Tanaman
- 8Siapa Mitchell Baker? Penyerang Timnas Indonesia yang Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









