Dua Desa di Sumsel Menjadi Fokus Utama Pemadaman Karhutla, Maksimalkan Pembuatan Sekat Bakar

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Jungkal di Kecamatan Pampangan dan Desa Menang Raya di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) masih menjadi lokasi utama operasi pemadaman karhutla.
Minimnya air menjadi kendala bagi pertugas memadamkan api, sehingga pembuatan sekat bakar sebagai pilihan supaya sebaran karhutla tidak meluas.
Menurut Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatra Selatan, Ferdian Krisnanto pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman karhutla.
Saat ini, pihaknya fokus di dua titik besar karhutla yang menjadi prioritas, yaitu Desa Jungkal dan Desa Jungkal Raya
"Kita terus berjuang dengan sumber air yang cukup jauh dan sulit didapat, dari evaluasi yang sudah kita lakukan, kita tidak bisa hanya menyiram area yang terbakar saja, melainkan membuat sekatan untuk meminimalisir perembetan api agar tidak makin melebar," ujarnya, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Pemkot Palembang Akan Kaji Ulang Jam Belajar Sekolah Dampak Dari Karhutla
"Jika turun hujan, maka akan membantu dalam upaya memadamkan karhutla. Sampai saat ini di TKP, masih nihil hujan. Dan sekarang cuacanya sangat panas,” jelasnya
Karena itu, pihaknya sangat mendorong adanya perpanjangan teknik modifikasi cuaca di Sumsel. Diketahui, TMC di Sumsel akan berakhir 10 November 2023.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan, M Iqbal Alisyahbana mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB berdasarkan permintaan dari Pj Gubernur Sumsel untuk perpanjangan TMC di Sumsel.
Baca Juga: BMKG: Pemprov Sumsel Berhasil Tekan Jumlah Titik Panas Karhutla
“Kita sudah mendapat instruksi dari Pj Gubernur Sumsel untuk berkoordinasi dengan BNPB terkait perpanjangan operasional TMC. Dan Alhamdulillah TMC di Sumsel akan kembali diperpanjang,” kata dia.
TMC sangat membantu dalam memaksimalkan hujan buatan. Sehingga membantu sejumlah daerah dalam menekan timbulnya karhutla.
“Namun memang di sejumlah lokasi di OKI ada beberapa daerah rawan karhutla yang masih belum tersentuh hujan. Harapan kami hujan buatan ini juga bisa menyentuh daerah yang terbakar,” tutupnya. [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









