BMKG: Pemprov Sumsel Berhasil Tekan Jumlah Titik Panas Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memuji upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan stakeholder terkait dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka dinilai karena mampu menekan jumlah pertumbuhan titik panas.
"Ini artinya analisis dari kami bahwa penanganan yang dilakukan sejak awal tahun oleh kepala daerah dan jajaran di Pemprov Sumsel bersama stakeholder cukup berhasil menekan hotspot," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, kemarin.
Dia menyebut BMKG telah menganalisis dan membandingkan titik panas pada tahun 2023 lebih landai dibandingkan periode kering yang sama pada tahun 2015 dan 2019 yang lalu.
Kondisi saat ini cukup kering, menurut Wayan, bahkan beberapa studi awal diperkirakan sebanding dengan kondisi pada tahun 2015. Meskipun demikian, pertumbuhan titik panas Sumsel tahun ini tidak separah tahun 2015.
"Ini menandakan usaha mitigasi pencegahan yang sudah dilakukan pimpinan daerah dan jajaran sudah berjalan dengan baik," jelasnya.
Diperkirakan musim hujan baru akan dimulai pada akhir bulan Oktober mendatang dan baru merata pada November. Namun demikian di akhir bulan Oktober masih masa transisi perubahan cuaca, ini membuat potensial awan akan cukup banyak di wilayah Sumsel untuk itu memberikan sejumlah rekomendasi.
"Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Pj Gubernur lagi, yakni ancaman bencana hidrologis kami. Maka kami sampaikan kiranya November nanti masih ada shifting dari status siaga Karhutla untuk kemudian mulai siaga banjir dan longsor," jelasnya.
Wayan menjelaskan pada akhir Oktober mendatang pertumbuhan awan akan meluas ke arah utara dan pindah ke bagian selatan di sisi barat kemudian berlanjut bagian timur. Nantinya konsentreasi terbesar ada di wilayah utara dan barat.
"Tapi kita berharap itu akan menjangkau sampai wilayah Timur di wilayah Ogan Komering Ilir," kata Wayan.
Menanggapi apresiasi tersebut, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan, kabar baik tersebut tidak boleh membuat jumawa dan kendor semangat menangani karhutla. Justru sebaliknya Pemprov Sumsel dengan tambahan bantuan penanganan dari Pangdam II Sriwijaya sebanyak 350 personel diharapkan dapat memaksimalkan upaya tersebut.
"Kita berkomitmen tetap memaksimal melakukan penanggulangan Karhutla. Termasuk menggelar shalat Istisqa secara serentak di Sumsel pagi tadi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









