Sumsel

Kabut Asap Kepung Rumah, Lakukan 6 Cara Ini agar Udara Tetap Segar

Kurnia | 3 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kabut Asap Kepung Rumah, Lakukan 6 Cara Ini agar Udara Tetap Segar
Kabut asap di Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas di luar rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan.

Asap yang masuk melalui celah pintu, jendela, maupun ventilasi bisa membuat udara rumah terasa pengap dan berbau.

Kondisi tersebut membuat menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi penting, terutama ketika kualitas udara di luar sedang buruk.

Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan agar udara di dalam rumah tetap terasa lebih segar saat kabut asap menyelimuti wilayah sekitar.

1. Tutup pintu dan jendela saat asap pekat

Ketika kabut asap sedang tebal, pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya partikel asap ke dalam rumah.

Baca Juga: Jadwal Pencairan BSU Rp900.000 Oktober-Desember 2026

Celah pada pintu atau jendela yang memungkinkan udara luar masuk juga dapat diminimalkan. Namun, sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan ketika kualitas udara luar sudah membaik.

2. Gunakan air purifier jika tersedia

Air purifier dengan filter HEPA dapat digunakan untuk membantu menyaring partikel-partikel kecil di udara dalam ruangan.

Perangkat tersebut dapat ditempatkan di ruangan yang paling sering digunakan keluarga. Pastikan filter dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk penggunaan agar kinerjanya tetap optimal.

3. Bersihkan rumah secara rutin

Partikel asap dapat menempel pada lantai, meja, furnitur, dan permukaan benda lainnya. Rumah sebaiknya dibersihkan secara rutin untuk mengurangi debu dan residu yang menumpuk.

Penggunaan kain atau alat pel yang lembap dapat membantu mengangkat debu tanpa membuat partikel kembali beterbangan ke udara.

4. Kurangi aktivitas yang menghasilkan asap di dalam rumah

Saat kualitas udara luar sedang buruk, sebaiknya hindari menambah sumber polusi udara dari dalam rumah.

Aktivitas seperti membakar sampah, merokok, atau menyalakan sumber asap lainnya dapat membuat kualitas udara dalam ruangan semakin buruk.

Memasak juga sebaiknya dilakukan dengan ventilasi yang memadai dan menggunakan penyedot asap jika tersedia.

5. Manfaatkan tanaman sebagai pelengkap

Tanaman hias dapat ditempatkan di dalam rumah untuk menambah kenyamanan dan kesegaran ruangan.

Namun, tanaman tidak dapat menggantikan fungsi ventilasi yang baik maupun alat penyaring udara dalam mengatasi paparan partikel asap.

Karena itu, langkah utama tetap dengan mengurangi masuknya asap dari luar dan menjaga kebersihan udara di dalam rumah.

6. Perhatikan kondisi udara sebelum membuka jendela

Jendela dapat dibuka ketika kualitas udara di luar sudah membaik.

Membuka jendela saat kabut asap sedang pekat justru berpotensi membuat lebih banyak partikel masuk ke dalam rumah.

Jika tersedia, masyarakat dapat memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum menentukan waktu untuk melakukan ventilasi rumah.

Selain menjaga kondisi rumah, masyarakat juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap sedang pekat.

Jika harus keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel udara.

Baca Juga: Deru Tegaskan Warga Terdampak Asap Karhutla Tak Boleh Bayar Pengobatan ISPA

Menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membuat lingkungan tempat tinggal lebih nyaman selama kabut asap masih terjadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia