Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos

AKURAT. CO SUMSEL - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Pos Indonesia sepakat memperkuat sinergi strategis dalam merancang skema penyaluran bantuan sosial (bansos) dan pembukaan rekening kolektif (burekol) bagi penerima manfaat.
Sinergi ini terbangun dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa PT Pos akan merancang skema penyaluran bansos yang lebih efisien, melalui pembukaan burekol langsung oleh PT Pos sehingga penyaluran bansos akan lebih cepat.
Gus Ipul berharap, skema penyaluran bansos baru bisa dituangkan dalam kebijakan berupa Peraturan Presiden (Perpres), sebagai payung hukum yang sah untuk pelaksanaan skema tersebut. Di sisi lain, Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi mengungkapkan pihaknya siap membuat skema baru untuk mendukung penyaluran bansos dan pembukaan burekol.
Baca Juga: Niat Temui Anak di Rumah Mantan Suami, Perempuan Palembang Malah Pulang dengan Luka di Wajah
Dimasa kepemimpinannya sebagai Dirut PT Pos yang baru genap dua bulan, Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Kemensos karena terus menjalin kolaborasi dengan PT Pos Indonesia.
Sebelumnya, penyaluran bansos dilakukan melalui dua skema, yakni bank himbara dan juga PT Pos Indonesia.
Penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN) dilakukan menggunakan sistem otomatis payroll dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau buku tabungan.
Baca Juga: Dua PPPK Satpol PP Palembang Dipecat, Lebih dari 3 Bulan Tak Masuk Kerja
Skema ini diawali dengan Kementerian Sosial memvalidasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan DTKS/desil kemiskinan sebelum dikirimkan ke bank.
Kemudian dilanjutkan Bank Himbara memproses transfer dana secara otomatis menggunakan sistem server (automatic system) tanpa campur tangan manual setelah perintah bayar (SP2D/SI) diterbitkan.
Terakhir, KPM akan menerima dana yang langsung masuk ke rekening KKS/ATM. Bantuan bisa ditarik secara tunai melalui ATM, kantor cabang, atau agen bank resmi terdekat.
Baca Juga: Sempat Tantang Polisi Lewat Voice Note, Pelaku Begal Malah Menangis Saat Ditangkap
Sementara itu, proses penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia diawali dengan KPM menerima surat undangan resmi dari petugas, desa, atau kelurahan yang memuat jadwal, lokasi pengambilan, dan besaran nominal bantuan.
PT Pos menerapkan sistem berbasis teknologi, seperti pengenalan wajah (face recognition) dan pemindaian barcode pada undangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bantuan dapat diambil langsung di Kantor Pos terdekat atau melalui komunitas (seperti di kantor kelurahan/kecamatan) yang telah dikoordinasikan.
Baca Juga: Sumsel Masih Dilanda Kekeringan, Ada Wilayah Tak Diguyur Hujan hingga 87 Hari
Selain itu, petugas PT Pos juga dapat mendatangi langsung ke rumah KPM dengan kondisi tertentu seperti sakit, lansia, atau penyandang disabilitas berat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 3Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 4HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 5Update Harga Emas Perhiasan di Palembang Senin 21 September 2026
- 6Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA ASEAN Cup 2026, 23 Pemain Dipanggil John Herdman
- 7Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 8Ramalan Zodiak Sagitarius Hari Ini: Cinta, Karier, Keuangan, dan Kesehatan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







