5 Tips Mengatur Self-Reward, Boros atau Perlu? Simak Biar Nggak Kebablasan!

AKURAT.CO SUMSEL Istilah self-reward makin populer, terutama di kalangan anak muda yang ingin menghargai pencapaian diri sendiri setelah bekerja keras.
Mulai dari beli kopi kekinian, nonton konser, belanja online, sampai staycation, semua bisa jadi bentuk self-reward. Tapi, pertanyaannya: apakah self-reward itu perlu, atau malah bikin boros?
Berikut 5 tips mengatur self-reward agar tetap sehat secara mental dan finansial:
1. Tentukan Tujuan yang Jelas
Sebelum memberi hadiah untuk diri sendiri, pastikan ada pencapaian yang memang layak dirayakan. Misalnya, menyelesaikan tugas tepat waktu, berhasil menabung sebulan penuh, atau melewati minggu kerja yang berat.
Self-reward tanpa alasan yang jelas bisa berubah jadi pelarian emosional atau impulsif belaka.
2. Buat Anggaran Khusus Self-Reward
Alokasikan 5–10% dari penghasilan bulanan untuk self-reward. Dengan begitu, kamu bisa menikmati tanpa rasa bersalah dan tetap menjaga stabilitas keuangan.
Kalau belum gajian tapi sudah belanja "reward", bisa-bisa justru nambah stres karena dompet menipis.
3. Pilih Reward yang Bermakna, Bukan Mahal
Self-reward tak harus selalu barang branded atau makan fancy. Bisa sesimpel tidur lebih awal, movie night bareng teman, atau waktu tenang untuk diri sendiri. Kuncinya adalah meaningful, bukan materialistic.
4. Jangan Dijadikan Alasan untuk Konsumtif
Ada kalanya kita tergoda untuk membenarkan belanja impulsif dengan dalih self-reward. Padahal, itu hanya keinginan sesaat. Coba bedakan antara kebutuhan emosional dan kebutuhan nyata.
Belanja boleh, tapi jangan tiap capek langsung check out keranjang!
5. Refleksi Diri: Apakah Reward Ini Membuat Lebih Baik?
Setelah memberikan self-reward, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini membuatku lebih termotivasi, lebih bahagia, atau justru menyesal?
Reward yang tepat seharusnya memberi energi positif, bukan beban tambahan.
Self-reward adalah bentuk self-love yang sehat, tapi perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan nyata.
Jangan sampai niat menyenangkan diri sendiri malah bikin stres karena keuangan jebol. Ingat, apresiasi diri itu penting, tapi tetap harus waras dan bijak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





