Sumsel

Investasi Sumsel 2025 Turun, PMDN Jadi Penopang di Tengah Lesunya Modal Asing

Kurnia | 26 Maret 2026, 15:00 WIB
Investasi Sumsel 2025 Turun, PMDN Jadi Penopang di Tengah Lesunya Modal Asing
Ilustrasi investasi. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Realisasi investasi di Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, dominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi penopang utama di tengah melemahnya investasi asing.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total investasi pada 2025 tercatat sebesar Rp 62,67 triliun. Angka ini turun 11,63 persen dari capaian 2024 yang mencapai Rp 70,91 triliun.

Tak hanya itu, realisasi tersebut juga belum memenuhi target nasional yang dipatok sebesar Rp 78,85 triliun. Dengan capaian sekitar 79 persen, Sumsel masih memiliki ruang untuk meningkatkan daya tarik investasi ke depan.

Meski terjadi penurunan, capaian investasi tahun ini tetap melampaui target daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 42,5 triliun.

Struktur investasi 2025 menunjukkan dominasi kuat dari PMDN dengan nilai mencapai Rp 47,19 triliun. Angka ini bahkan melampaui target RPJMD hingga lebih dari dua kali lipat.

Sebaliknya, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp 15,47 triliun atau belum memenuhi target yang ditetapkan. Penurunan PMA ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan total realisasi investasi Sumsel.

Baca Juga: Jadwal Libur dan Cuti Bersama 2026, Ini Deretan Hari Besar Islam Usai Lebaran

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh selesainya sejumlah proyek besar yang sebelumnya menjadi motor investasi pada 2024.

Proyek-proyek tersebut kini telah memasuki tahap operasional, sehingga tidak lagi tercatat sebagai realisasi investasi baru.

Menghadapi kondisi ini, pemerintah daerah mulai mengalihkan fokus pada pencarian sektor baru yang berpotensi menarik investor.

Salah satu proyek yang diharapkan menjadi magnet investasi adalah pembangunan pelabuhan baru di wilayah Banyuasin.

Proyek strategis tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas logistik di Sumatera Selatan.

Penurunan investasi menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat strategi promosi dan kemudahan berusaha.

Di sisi lain, tingginya kontribusi PMDN menunjukkan bahwa kepercayaan pelaku usaha dalam negeri terhadap potensi Sumsel masih cukup kuat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia