Sumsel

Transaksi Non-Tunai Makin Ngebut, Pengguna QRIS di Sumsel Tembus 1,48 Juta

Maman Suparman | 30 Januari 2026, 19:00 WIB
Transaksi Non-Tunai Makin Ngebut, Pengguna QRIS di Sumsel Tembus 1,48 Juta

AKURAT.CO SUMSEL Transformasi sistem pembayaran digital di Sumatera Selatan kian menunjukkan akselerasi. Sepanjang 2025, penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) tumbuh pesat, menandakan semakin kuatnya peralihan masyarakat menuju transaksi non-tunai.

Bank Indonesia (BI) Sumsel mencatat, jumlah pengguna QRIS di wilayah ini telah mencapai 1,48 juta orang, melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2025.

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya adopsi sistem pembayaran digital di berbagai lapisan masyarakat.

“Jumlah pengguna QRIS di Sumsel sudah melampaui sasaran yang kami tetapkan,” ujar Bambang, Jumat (30/1/2026).

Tak hanya dari sisi pengguna, aktivitas transaksi juga mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS meningkat 188,41 persen, dengan total transaksi mencapai 4,2 juta kali.

Baca Juga: Rekam Jejak Iman Rachman, Dirut Bursa Efek Indonesia yang Mengundurkan Diri Imbas IHSG Anjlok

Menurut Bambang, tingginya pertumbuhan tersebut menunjukkan QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi sehari-hari, khususnya di sektor perdagangan dan jasa.

“Ini menandakan preferensi masyarakat terhadap pembayaran non-tunai semakin kuat dan menjadi bagian dari gaya hidup,” jelasnya.

Dari sisi nilai transaksi, pembayaran menggunakan QRIS di Sumsel tercatat mencapai Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 117,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun 2024.

Melihat capaian tersebut, Bank Indonesia memastikan target pengembangan QRIS di Sumsel pada 2026 akan dinaikkan, seiring dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan digital.

“Realisasi tahun 2025 sudah jauh melampaui target. Karena itu, sasaran untuk 2026 tentu akan kami tingkatkan,” kata Bambang.

Selain sistem pembayaran digital, Bambang juga menegaskan bahwa peredaran uang rupiah di Sumsel tetap terjaga dengan baik dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus bergerak positif.

Ia menilai, perkembangan transaksi digital justru menjadi penguat ekosistem ekonomi daerah yang semakin efisien, inklusif, dan modern.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia