Sumsel

Jelang Akhir Pekan, Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis

St Shofia Munawaroh | 26 September 2025, 13:33 WIB
Jelang Akhir Pekan, Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis

AKURAT. CO SUMSEL - Menjelang akhir pekan, harga emas perhiasan Palembang mulai sedikit melandai.

Harga emas di sejumlah toko yang terletak di Jalan Rustam Efendi Palembang mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.

Angkanya pun sedikit menjauh dari Rp12 juta per suku.

Baca Juga: Sule Terjaring Razia Operasi Lintas Jaya, Tetap Santai Saat Ditilang Petugas

Berikut rincia harga emas perhiasan Palembang untuk Jumat 26 September 2025.

Toko Emas Laris Pasar 16

Harga emas perhiasan Palembang di toko Laris mengalami penurunan hari ini.

Baca Juga: Resep Kopi Gula Aren, Minuman Favorit yang Mudah Dibuat di Rumah

Untuk kalung dan gelang dibanderol Rp11,9 jutaan per suku.

Sementara untuk cincin dibanderol di angka Rp11,95 juta per suku atau 6,7 gram.

Harga tersebut sudah termasuk biaya pembuatan perhiasan emas dengan kadar 22 karat atau 92 persen.

Baca Juga: 3 Film Religi yang Menginspirasi, Cocok Ditonton Bersama Keluarga

Kendati demikian, pihak toko tetap mengingatkan bahwa harga masih bisa berubah sewaktu-waktu. 

Toko Emas Anda Palembang

Sementara itu, harga emas di toko Anda terpantau stabil hari ini.

Baca Juga: Tak Perlu Cemas, Ini 5 Cara Sederhana Menguji Kejujuran Pasangan Tanpa Drama

Yakni dibanderol di angka Rp11,8 juta per suku atau masih sama dengan harga kemarin, Kamis (25/9/2025).

Harga tersebut berlaku untuk semua jenis perhiasan Palembang dan sudah termasuk biaya penjualan dari toko sebesar Rp400 ribu. 

Penyebab Kenaikan Harga Emas Perhiasan Palembang

Baca Juga: Rincian Jumlah Korban Keracunan MBG Versi Pemerintah, JPPI dan CISDI per September 2025

Naiknya harga emas perhiasan Palembang tentu saja mengikuti kenaikan harga emas dunia yang kini sudah menembus lebih dari 3600 dollar AS per ons.

Para pakar bahkan memprediksi harga emas dunia akan terus naik hingga mencapai 5000 dollar AS per ons.

Penyebabnya bisa berbagai faktor.

Termasuk meningkatnya risiko geopolitik, ekonomi, dan perdagangan global yang terus mendorong permintaan aset safe haven. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.