Sumsel

Ekspor Sumsel Melejit di Awal 2025, Nonmigas Jadi Tulang Punggung, Tiongkok Tetap Tujuan Utama

Maman Suparman | 4 Juni 2025, 21:00 WIB
Ekspor Sumsel Melejit di Awal 2025, Nonmigas Jadi Tulang Punggung, Tiongkok Tetap Tujuan Utama

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan performa yang menggembirakan sepanjang periode Januari hingga April 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat total nilai ekspor mencapai US$2,22 juta, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekspor Sumsel pada empat bulan pertama 2025 ini mencapai 22,69% jika dibandingkan dengan Januari-April 2024.

"Dibandingkan Januari-April 2024, ekspor di periode yang sama tahun ini mengalami peningkatan 22,69%," ujar Wahyu, Rabu (4/6/2025).

Pendorong utama geliat ekspor Sumsel ini, lanjut Wahyu, adalah sektor nonmigas yang menunjukkan kinerja luar biasa. Tercatat, nilai ekspor nonmigas mencapai US$2,09 juta, atau naik 27,01% secara year-on-year.

Baca Juga: Polrestabes Palembang Larang Konvoi Kelulusan yang Nekat Akan Kena Sanksi

Secara rinci, kontribusi positif dari sektor nonmigas datang dari berbagai bidang. Sektor pertanian mengalami peningkatan ekspor sebesar 79%, pertambangan naik 19,55%, dan sektor industri tumbuh 31,95%.

"Secara spesifik, komoditas unggulan dari nonmigas yang paling dominan adalah batu bara dan lignit dengan kontribusi 40,82% dari total ekspor nonmigas. Disusul oleh komoditas karet dan barang dari karet yang menyumbang 26,32%, serta pulp dari kayu dengan kontribusi 19,65%," jelas Wahyu, memaparkan struktur ekspor utama Sumsel.

Berbeda dengan sektor nonmigas yang cemerlang, kondisi ekspor migas di Sumsel justru menunjukkan tren yang kurang menguntungkan. Wahyu menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga April 2025, ekspor migas mengalami kontraksi cukup dalam, yakni sebesar 20,16%.

Meski demikian, BPS Sumsel juga mencatat bahwa pangsa ekspor terbesar Sumsel masih kokoh bertahan di Tiongkok. Negara tirai bambu tersebut menyerap produk ekspor Sumsel senilai US$850,90 juta.

"Kemudian baru disusul India yang senilai US$219,38 juta dan ke Vietnam US$187,54 juta," pungkas Wahyu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia