Sumsel

Belanja Negara di Sumsel Capai Rp12,7 Triliun hingga April 2025, Baru 25,87 Persen dari Target Tahunan

Maman Suparman | 28 Mei 2025, 21:00 WIB
Belanja Negara di Sumsel Capai Rp12,7 Triliun hingga April 2025, Baru 25,87 Persen dari Target Tahunan

AKURAT.CO SUMSEL Realisasi belanja negara di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga April 2025 tercatat mencapai Rp12,7 triliun atau 25,87 persen dari total anggaran tahun ini.

Angka tersebut mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp3,31 triliun dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp9,47 triliun.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumsel, Agus Yulianto, menyampaikan bahwa belanja pemerintah pusat didominasi untuk kebutuhan rutin, seperti pembayaran gaji pokok, tunjangan kinerja aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, uang makan, honorarium, lembur, serta tunjangan hari raya (THR).

Baca Juga: 78 Kendaraan Terjaring Razia di Palembang, Didominasi Pelanggaran Surat dan TNKB

“Sejumlah bantuan sosial juga telah disalurkan, termasuk program ATENSI dari Kementerian Sosial dan bantuan pendidikan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (28/5/2025).

Dari sisi TKD, Dana Bagi Hasil (DBH) terealisasi sebesar Rp2,51 triliun atau 22,65 persen, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp4,44 triliun atau 31,84 persen, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp1,44 triliun atau 28,83 persen.

Penyaluran Dana Desa menunjukkan progres tertinggi dengan capaian Rp1,03 triliun atau 41,56 persen. Kabupaten OKU Timur, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Lahat tercatat sebagai daerah dengan penyaluran tercepat.

Sementara itu, realisasi Dana Insentif Daerah (DID) masih tergolong rendah, baru mencapai Rp4,51 miliar atau 6,69 persen dari total alokasi anggaran yang ditetapkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia