Sumsel

Tembus Pasar 29 Negara, Nilai Ekspor Tumbuhan Sumsel Capai Rp8,95 Triliun Sepanjang 2025

Maman Suparman | 18 Desember 2025, 18:15 WIB
Tembus Pasar 29 Negara, Nilai Ekspor Tumbuhan Sumsel Capai Rp8,95 Triliun Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menutup kalender perdagangan akhir tahun 2025 dengan catatan positif melalui pengiriman komoditas minyak kelapa mentah atau Crude Coconut Oil (CCO) ke Malaysia. 

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, mengungkapkan bahwa pengiriman terakhir ini melibatkan dua kontainer dengan total volume mencapai 42 metrik ton.

"Nilai ekonomi dari pelepasan CCO ke Malaysia kali ini mencapai Rp1,4 miliar," ujarnya, Kamis (18/12/2025)

Sepanjang tahun 2025, performa ekspor Sumatera Selatan menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan data per 10 Desember 2025, total nilai ekonomi ekspor dari sektor tumbuhan mendominasi dengan capaian Rp8,95 triliun.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Senin Depan Ribuan PPPK Paruh Waktu Sumsel Resmi Dilantik

Disusul oleh sektor perikanan sebesar Rp13,3 miliar dan sektor peternakan senilai Rp412,6 juta.

Endah menjelaskan bahwa jangkauan pasar produk Sumsel telah menembus 29 negara melalui peran aktif dari 53 eksportir lokal. Produk turunan sawit dan kopi masih menjadi motor utama penggerak ekspor nasional asal Bumi Sriwijaya.

"Selain karet lempengan dan kayu olahan, pengiriman benih kelapa sawit serta hasil perikanan menjadi komoditas unggulan yang paling banyak diminati pasar global tahun ini," tambahnya.

Menatap tahun 2026, Balai Karantina Sumsel telah memetakan sejumlah komoditas potensial untuk memperluas penetrasi pasar internasional. Beberapa target besar telah ditetapkan, di antaranya ekspor kayu manis ke Turki serta perluasan pasar kopi jenis Robusta dan Liberica ke Malaysia.

Tak hanya itu, produk turunan kelapa seperti Low Fat Desiccated Coconut dan santan kelapa diproyeksikan akan merambah pasar Cina dengan nilai ekspor yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

"Karantina senantiasa melakukan pengawasan ketat terhadap penjaminan kesehatan dan keamanan setiap komoditas. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar dunia terhadap kualitas produk asal Sumatera Selatan," tutup Endah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia