Emas Palembang Tembus Rp16,4 Juta Sesuku, Pengamat: Efek Ketidakpastian Ekonomi Global

AKURAT.CO SUMSEL Harga emas perhiasan di Kota Palembang mengalami lonjakan luar biasa dalam sepekan terakhir. Tak tanggung-tanggung, kenaikan harga logam mulia ini menyentuh angka Rp1 juta per suku (6,7 gram), sebuah tren yang dipicu oleh gojang-ganjing ekonomi dunia yang kian tak menentu.
Saat ini, harga emas perhiasan di Bumi Sriwijaya tercatat berada di level Rp16,4 juta per suku. Angka ini diprediksi masih akan bersifat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu mengikuti sentimen pasar global.
Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan dampak langsung dari kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang kehilangan kompas kepastian.
"Kondisi ekonomi saat ini sedang tidak stabil dan penuh ketidakpastian. Hal inilah yang memicu harga emas terus merangkak naik karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman," ujar Sri Rahayu, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Tembus Rp16,5 Juta per Suku
Menariknya, lonjakan emas ini diprediksi akan menyeret harga logam mulia lainnya, termasuk perak. Sri Rahayu menyebutkan adanya keterkaitan erat antara pergerakan harga emas dan perak di pasar komoditas.
"Emas dan perak itu saling berkaitan. Jika emas naik secara global, harga perak biasanya akan ikut terkerek naik," jelasnya.
Namun, ia memberikan catatan bahwa kenaikan perak tidak akan se-agresif emas. Hal ini disebabkan oleh perbedaan fungsi dan minat masyarakat dalam instrumen investasi.
"Nilai perak memang tidak pernah lebih tinggi dari emas. Di masyarakat kita, perak lebih banyak digunakan untuk perhiasan atau bahan campuran logam, berbeda dengan emas batangan yang sudah menjadi instrumen investasi utama yang sangat familiar," tambahnya.
Meski harga perak murni batangan belum sepopuler emas batangan di kalangan warga Palembang, kenaikan harga emas yang menyentuh angka belasan juta rupiah per suku ini memaksa masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola aset mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 2Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 3Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 47 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini yang Diprediksi Bersedih, Ada yang Sulit Melupakan Masa Lalu
- 6Profil dan Rekam Jejak Suahazil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
- 7Harga iPhone Lama Usai iPhone 18 Pro Meluncur, Naik hingga Rp3 Jutaan per Produk
- 8Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









